Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bekerja sama untuk meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan kemampuan karyawan di bidang transportasi.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta pada hari Kamis, 30 April 2026, menandai kerja sama tersebut.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menandatangani.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnaskertransgi) Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Syarifudin hadir untuk menyaksikan acara tersebut.
Menurut Wamenker Afriansyah Noor, kerja sama ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan hubungan antara pendidikan dan bisnis, terutama dengan menawarkan lebih banyak kesempatan kerja di bidang transportasi.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan peningkatan kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas, terutama di sektor transportasi yang terus berkembang,” ujarnya dalam rilis pers yang dilansir dari Kompas.com, Jumat (1/5/2026).
Afriansyah menyatakan bahwa Kemnaker akan mengoptimalkan berbagai programnya, termasuk pelatihan vokasi, pemagangan nasional, dan layanan pasar kerja digital melalui Pusat Pasar Kerja.
Selain itu, pemerintah terus mendorong sertifikasi kompetensi tenaga kerja untuk memenuhi permintaan industri.
Sebaliknya, melindungi tenaga kerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan dan memperkuat hubungan industrial yang kuat terus menjadi perhatian.
Afriansyah menilai bahwa karena sektor transportasi memainkan peran penting dalam mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja yang berkualitas dan siap untuk bekerja sangat diperlukan.
Melalui kerja sama ini, Kemnaker berharap dapat meningkatkan ekosistem ketenagakerjaan dengan meningkatkan keterampilan, membuka lebih banyak kesempatan kerja, dan meningkatkan perlindungan tenaga kerja.
Sementara itu, Welfizon Yuza, Dirut Transjakarta, menyatakan bahwa kerja sama ini akan membantu mengintegrasikan informasi pasar kerja untuk membuatnya lebih mudah diakses dan lebih terarah.
“Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pencari kerja dan dunia kerja, sekaligus membuka akses terhadap peluang kerja yang lebih luas dan kredibel,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa transportasi publik tidak hanya membantu orang bergerak, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang kerja di industri yang terkait.





