Penyebab Kematian Dua Gajah di Bengkulu Sedang Diselidiki oleh Polisi dan BKSDA

Penyebab kematian dua ekor gajah Sumatera di area konsesi hutan PT BAT, Mukomuko, Bengkulu, tengah didalami polisi bersama BKSDA. (Source: Ilustrasi/Filantra.org)
0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

Dilaporkan bahwa penyebab kasus kematian dua ekor gajah Sumatera yang terjadi pada hari Kamis, 30 April 2026 lalu, di area konsesi hutan PT Bentara Agra Timber (BAT) yang lokasinya berada di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, tengah didalami oleh pihak Polda Bengkulu bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA.

Inspektur Jenderal Mardiyono, selaku Kepala Polda Bengkulu, mengungkapkan bahwa ia telah mengerahkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait temuan dua bangkai satwa dilindungi tersebut.

Untuk menyelidiki kasus ini, Polda Bengkulu telah mengerahkan tim khusus ke lokasi temuan dua bangkai gajah itu. (Source: Ilustrasi/RRI.co.id)

Hal ini dilakukan oleh pihak kepolisian dengan tujuan agar dapat mengetahui serta memastikan apakah terdapat unsur kelalaian ataupun tindak pidana kehutanan dalam kasus ini.

Dilansir dari Tempo.co, Komisaris Mirza Gunawan, selaku Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu, menyampaikan bahwa tim gabungan yang telah dikerahkan oleh pihaknya itu di antaranya terdiri dari penyidik, tenaga medis hewan, serta Dinas Kehutanan.

Mirza menyebut, tim gabungan telah melakukan sejumlah proses pemeriksaan yang mana di antaranya meliputi nekropsi atau autopsi terhadap dua bangkai gajah di lokasi temuan.

“Kami telah melakukan penyelidikan terpadu di lapangan. Tim dokter hewan sudah membedah bangkai secara sistematis untuk mencari petunjuk,” kata Mirza, hari Sabtu, 2 Mei 2026 lalu, dikutip dari Tempo.co.

Dikabarkan bahwa sampai saat ini pihak kepolisian masih belum bisa memberikan kepastian terkait penyebab kematian yang dialami oleh dua gajah itu.

Mengutip Tempo.co, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik awal yang telah dilakukan pada bangkai dua gajah tersebut, tidak ditemukan adanya tanda luka akibat aksi kekerasan ataupun perburuan.

Namun, pihak penyidik mencurigai adanya kemungkinan lain yang menjadi penyebab dari kematian dua gajah tersebut, yakni keracunan.

“Secara kasat mata memang belum ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, kesimpulan ini masih bersifat sementara. Kami mengambil sejumlah sampel organ untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kematiannya,” ujar Mirza, dalam laman Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today