8 Orang Jadi Korban Luka dalam Insiden Runtuhnya Atap Kelas MTs Muhammadiyah di Sragen

Pada hari Selasa, telah terjadi sebuah insiden runtuhnya atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sragen, Jawa Tengah. (Source: iNews)
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

Pada hari Selasa, 12 Mei 2026, telah terjadi sebuah insiden runtuhnya atap ruang kelas yang berada di dalam Madrasah Tsanawiyah atau MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sragen, Jawa Tengah.

Insiden tersebut saat ini tengah dalam proses investigasi yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resor atau Polres Sragen.

Dilaporkan bahwa dalam insiden ini, setidaknya ada tujuh siswa beserta dengan seorang guru yang telah mengalami sejumlah luka akibat tertimpa puing bangunan.

Kepala Polres Sragen Ajun Komisaris Besar Dewiana Syamsu Indyasari. (Source: iNews/Joko P)

Dilansir dari Tempo.co, Ajun Komisaris Besar Dewiana Syamsu Indyasari, selaku Kepala Polres Sragen, mengungkapkan bahwa penyebab terjadinya insiden ini sementara diduga karena kondisi bangunan yang tua serta jarang dilakukan renovasi.

Menurut hasil dari pemeriksaan awal yang telah dilakukan di lokasi kejadian, diketahui bahwa bangunan sekolah itu didirikan pada tahun 1978, yang kemudian direnovasi pada tahun 2000.

“Kalau tadi kami lihat memang bangunan ini bangunan tua. Bangunan pertama dibangun tahun 1978, kemudian sempat direnovasi tahun 2000. Sejak tahun 2000 sampai sekarang berarti sudah sekitar 26 tahun belum ada renovasi lagi,” ucap Dewiana kepada wartawan di lokasi kejadian, hari Selasa, 12 Mei 2026, dikutip dari Tempo.co.

Dewiana menyampaikan bahwa penyebab utama dalam insiden ini diduga berasal dari kondisi kayu penyangga atap yang sudah rapuh.

“Jadi memang kalau dilihat tadi sudah lapuk semua bagian atapnya. Itulah yang tadi diambil oleh tim dari Satreskrim untuk dijadikan barang bukti dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Dewiana, dalam laman Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, Cipto Waluyo, selaku Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, menyatakan bahwa insiden yang melanda salah satu ruang kelas di sekolahnya itu terjadi pada saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung.

“Kronologi pertama, itu terjadi saat pembelajaran siswa. Karena itu jam pertama, gurunya Bu Nurul Eka Ismiyati, Bahasa Inggris. Saat pembelajaran berlangsung, tiba-tiba atap roboh,” ungkap Cipto, dinukil dari Tempo.co.

Usai insiden tersebut berlangsung, seorang guru beserta enam siswa yang menjadi korban dilarikan menuju ke RSUD Sragen untuk memperoleh pertolongan medis, sedangkan satu siswa lainnya yang terdampak telah dirujuk ke RS Amal Sehat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today