Iran Gelar Latihan Besar-Besaran, Angkatan Bersenjata Iran Menembak Jatuh Drone Simulasi Musuh

Angkatan bersenjata Iran menembak jatuh drone simulasi musuh pada Minggu (1/1/2023) selama latihan militer skala besar. (Photo : Daily Mail).
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Angkatan bersenjata Iran menembak jatuh drone simulasi musuh pada Minggu (1/1/2023) selama latihan militer skala besar. Seiring memanasnya ketegangan dengan Barat, Iran menggelar latihan perang yang berlangsung dari bagian timur Selat Hormuz hingga ke bagian utara Samudra Hindia.

“Selama latihan, Zolfaghar 1401, sistem pertahanan udara Mersad yang dikembangkan di dalam negeri Iran digunakan untuk mendeteksi, mencegat,
dan menargetkan drone tiruan pada Minggu pagi,” ungkap laporan media pemerintah.

“Mersad memiliki jangkauan deteksi 150 kilometer, naik dari 110 kilometer, dengan akurasi operasional yang tajam dan kemampuan mencapai target dalam jarak 40 kilometer,” papar laporan itu mengutip pejabat militer.

Selama latihan, Zolfaghar 1401, sistem pertahanan udara Mersad yang dikembangkan di dalam negeri Iran digunakan untuk mendeteksi, mencegat, dan menargetkan drone tiruan pada Minggu pagi. (Photo : Reuters)

Latihan perang besar-besaran dimulai pada Kamis malam dengan tema “kepercayaan diri, kekuatan, dan keamanan berkelanjutan” di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan negara-negara Barat dan Israel.

Pada Sabtu, drone buatan dalam negeri, termasuk Arash, Bavar dan Ababil, digunakan untuk mencapai target simulasi di pantai laut. Sistem rudal Majid ketinggian rendah, dengan jangkauan operasional 8 kilometer, dan sistem pengendalian tembakan artileri Khatam juga digunakan untuk menargetkan objek simulasi.

Pada saat yang sama, drone pengintai dan tempur, termasuk Mohajer-6, digunakan untuk mensurvei zona perang yang disimulasikan, dan mengumpulkan serta mengirimkan gambar intelijen dan topografi ke pusat komando kontrol bersama.

Mohajer-6 adalah drone taktis dan tempur dengan jangkauan 2.000 kilometer, mampu membawa muatan pengawasan multispectral. Drone itu mampu membawa hingga dua amunisi berpemandu presisi.

Komandan latihan militer Zolfaghar 1401 Laksamana Habibullah Siyari mengatakan pada konferensi pers di sela-sela latihan tahunan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari kalender tahunan tentara untuk meningkatkan kesiapan tempurnya dan melibatkan pasukan darat dan laut.

Dia menambahkan latihan tersebut berusaha mengirim pesan peringatan kepada entitas ekstra-regional, termasuk Amerika Serikat dan Israel, untuk
meninggalkan kawasan itu dan memungkinkan negara-negara kawasan memastikan perdamaian dan keamanan.

Pekan lalu, jenderal militer top Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, mengatakan Teheran bertekad memperkuat industri drone dan bekerja sama
dengan negara lain dalam pembuatan kendaraan udara tak berawak.

Namun, dia berhenti menyebutkan nama negara tertentu yang bekerja sama dengan Teheran dalam mengembangkan UAV. (Ukhti Muti’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today