Sepekan Menjelang Ramadhan Harga Pokok Pangan Kompak Mengalami Kenaikan

Sepekan menjelang bulan puasa, sejumlah harga pokok pangan, seperti beras, cabai, telur, hingga minyak goreng mengalami kenaikan di rata-rata pasar tradisional seluruh Indonesia. (Photo : ekonomi.bisnis.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Sepekan menjelang bulan puasa, sejumlah harga pokok pangan, seperti beras, cabai, telur, hingga minyak goreng mengalami kenaikan di rata-rata pasar tradisional seluruh Indonesia.

Dilansir Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional pada Senin (13/3/2023), sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga eceran rata-rata nasional diantara lain adalah :

Bawang merah naik 1,07 persen menjadi Rp36.390 per kg.

  • Beras premium naik 1,19 persen menjadi Rp13.630 per kg.
  • Bawang putih naik 0,83 persen menjadi Rp31.519 per kg.
  • Cabai merah keriting naik 4,36 persen menjadi Rp45.940 per kg.
  • Cabai rawit merah naik 3,31 persen menjadi Rp68.310 per kg.
  • Daging sapi murni naik 0,58 persen jadi Rp135.400 per kg.
  • Daging ayam ras naik 2,95 persen jadi Rp34.250 per kg.
  • Telur ayam naik 2,71 persen jadi Rp28.450 per kg.
  • Gula konsumsi naik 0,35 persen jadi Rp14.400 per kg.
  • Minyak goreng kemasan sederhana naik 0,22 persen jadi Rp17.990 per kg.
  • Tepung terigu naik 0,36 persen jadi Rp11.250 per kg.
  • Minyak goreng curah naik 0,29 persen jadi Rp14.950 per kg.
  • Jagung peternak naik 2,01 persen jadi Rp6.080 per kg.
  • Ikan kembung naik 1,09 persen jadi Rp39.950 per kg.
  • Ikan tongkol naik 0,06 persen jadi Rp36.160 per kg.

Dilansir CNBC, Kabid Infokom Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengatakan, “Harga-harga sembako memang mulai beranjak naik karena meningkatnya permintaan ingin memasuki bulan Ramadhan”.

Ia melanjutkan, “Yang kedua Kementrian Pertanian baru saja bergerak ketika harga bergejolak, bak pemadam kebakaran. Itu menandakan tidak ada kesiapan yang matang di hulu.

sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga eceran rata-rata nasional. (Photo : Kompas.com/Sri Leestari)

Negara kita negara agraris. Jika cabai saja tidak bisa di stabilisasi harganya bagaimana dengan komoditas pangan yang lain,” tuturnya.

Reynaldi mengatakan, Kementan seperti ‘buta map’ dan selalu berulang setiap tahun. Kondisi saat ini, kata dia, akibat tidak ada persiapan matang di kuartal keempat tahun 2022 lalu.

Terakhir Reynald meminta untuk pemerintah agresif melakukan penanganan agar tak ada gejolak sembako di saat Ramadan nanti. (Rifaldi Chandradinata)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today