Prabowo dan Biden Dukung Perdamaian serta Denuklirisasi di Semenanjung Korea

Indonesia serta Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan terkait dukungan mereka agar dapat terciptanya perdamaian abadi di Semenanjung Korea dan juga denuklirisasi menyeluruh. (Source: tempo.co)
0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

Indonesia serta Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan terkait dukungan mereka agar dapat terciptanya perdamaian abadi di Semenanjung Korea dan juga denuklirisasi menyeluruh.

Pada hari Selasa, 12 November 2024 waktu setempat, diketahui bahwa dukungan tersebut tertuang dalam dokumen Pernyataan Bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Joe Biden yang dirilis oleh Gedung Putih AS, di dalam laman whitehouse.gov.

“Amerika Serikat dan Indonesia menegaskan kembali dukungan untuk terciptanya perdamaian abadi di Semenanjung Korea dan denuklirisasi menyeluruh,” demikian pernyataan Gedung Putih, dikutip dari tempo.co.

Dukungan tersebut tertuang dalam dokumen Pernyataan Bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Joe Biden yang dirilis oleh Gedung Putih AS, di dalam laman whitehouse.gov. (Source: tempo.co)

Dilansir dari tempo.co, kedua presiden tersebut mendesak kepada seluruh pihak agar dapat sepenuhnya melaksanakan kewajiban serta komitmen internasional mereka, termasuk di antaranya adalah menghentikan tindakan yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) yang memberikan ancaman terhadap perdamaian serta stabilitas di Semenanjung Korea.

Biden dan Prabowo pun diketahui telah meminta pihak terkait untuk mematuhi secara keseluruhan semua UNSCR yang relevan dan juga terlibat dalam dialog damai.

Ketegangan politik yang terjadi di Semenanjung Korea melibatkan dua negara, yakni Korea Selatan dan Korea Utara.

Situasi terkini, pada tanggal 8 November 2024, rudal balistik permukaan-ke-permukaan ‘Hyunmoo-II’ telah diluncurkan oleh Korea Selatan ke Laut Kuning, sebagai tanggapan dari serangkaian peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara.

Dikabarkan bahwa peluncuran tersebut berlangsung di wilayah Taean, 108 km barat daya Seoul, serta merupakan bagian dari latihan tembak langsung militer.

Langkah ini diambil setelah Korea Utara melakukan uji coba terhadap rudal balistik jarak pendek serta ICBM baru miliknya, termasuk peluncuran ICBM ‘Hwasong-19’ pada minggu lalu.

Korea Selatan mengatakan dengan tegas terkait komitmennya untuk menanggapi setiap provokasi yang dilakukan oleh Korea Utara dengan serangan presisi serta terus memantau kegiatan militer dari Pyongyang bersama Amerika Serikat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today