Politisi Israel Sebut Perdana Menteri Netanyahu Sebagai ‘Pembunuh Berantai’ di Parlemen

Politisi Israel Ayman Odeh menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai "pembunuh berantai perdamaian". (Sumber Foto : AFP/Debbie Hill)
0 0
Read Time:3 Minute, 5 Second

Politisi Israel Ayman Odeh menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai “pembunuh berantai perdamaian”.

Ayman Odeh menuduh Perdana Menteri Netanyahu sebagai pembunuh pada Senin (18/11/2024) dalam pidatonya di Majelis Nasional atau Parlemen.

Akibat perbuatan Odeh, anggota Parlemen Israel itu langsung terlempar dari podium dan dikeluarkan dari mikrofon, padahal pidatonya belum usai. Benjamin Netanyahu disebut sebagai “pembunuh berantai”.

Seperti diberitakan Middle East Monitor, Selasa (19/11/2024), dia tampak tidak terpengaruh dan tidak tertarik dengan pidato Odeh.

Odeh diusir dari podium

Ayman Odeh adalah seorang warga Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan Israel dan bertugas di parlemen Israel sebagai pemimpin partai Hadash Ta’al.

Dalam pidato pedasnya di parlemen pada hari Senin (18/11/2024), Odeh menuduh Perdana Menteri Netanyahu, yang hadir di parlemen, sebagai “pembunuh berantai yang damai”.

“Di gaza bayi yang telah dibunuh 17.385 bayi, 825 di antaranya berusia di bawah satu tahun, menyebabkan 35.055 anak menjadi yatim piatu,” kata Odeh dalam kutipan dari Mare News, Selasa.

“Mereka semua akan mengejar Anda, namun Anda, Anda sombong, bertanya-tanya bagaimana Anda bisa didakwa oleh ICC (Pengadilan Kriminal Internasional)? “Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, visi Anda adalah Apa itu? ”tambahnya.

Ayman Odeh menuduh Perdana Menteri Netanyahu sebagai pembunuh pada Senin (18/11/2024) dalam pidatonya di Majelis Nasional atau Parlemen. (Sumbe Foto : ©all4palestine.org)

Ketika Ketua Parlemen Amir Ohana mendengar pidato ini, dia langsung menyela.

Hal ini memicu reaksi keras dari anggota parlemen lainnya, yang ikut berteriak menentang.

Sejumlah anggota parlemen meminta Amir Ohana mengusir Odeh dari podium.

Sementara tiga orang lainnya menarik Odeh ke depan mikrofon. Pernyataan Odeh muncul di tengah meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan Perdana Menteri Netanyahu.

Protes diadakan rutin setiap minggu di Tel Aviv dan berbagai kota di wilayah pendudukan Israel.

Tujuannya adalah untuk menargetkan tindakan rezim Israel. Perdana Menteri Netanyahu juga sering dituduh menyabotase perjanjian gencatan senjata antara Gaza dan Israel dengan mempromosikan “agenda” pribadi dan politik.

Isi pidato Pak Odeh tentang Netanyahu

Seperti dilansir Latin Times pada hari Selasa, Pak Odeh memulai pidatonya dengan membaca kisah Mohammed Abu al-Kumsan.

Beliau adalah seorang pengungsi berusia 32 tahun dari Gaza, Palestina. Pria tersebut menikah di Gaza sejak akhir Oktober 2023, hanya dua bulan sebelum pecahnya perang.

Setelah perang, mereka terpaksa berpindah dari satu tempat ke tempat lain sebagai pengungsi.

Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, anak kembar Al Qumsan lahir setelah melalui operasi caesar yang sulit.

Laki-laki dan perempuan dipanggil Asel dan Aseel. Kelahirannya membuatnya sangat bahagia. Tiga hari kemudian, Al-Kumsan pergi ke rumah sakit untuk menerima akta kelahiran anaknya.

Namun, ketika saya mengirim pesan kepada istri saya, tidak ada balasan. Kemudian saya mendapat telepon dari tetangga saya dengan kabar buruk. Apartemen Al-Kumsan dibom oleh serangan udara Israel. Istrinya dan dua anaknya yang berusia tiga hari meninggal.

“Baru 10 menit berlalu sejak saya mendapatkan akta kelahiran dan sekarang saya sedang mendapatkan akta kematian mereka. Saya pingsan,” ujar Odeh, mengikuti cerita al-Qumsan

Ia menyampaikan pidato ini di hadapan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Meski demikian, perdana menteri Israel menatapnya tanpa ekspresi. Odeh juga menyerukan perdamaian, keamanan dan keadilan bagi warga Arab yang tinggal di wilayah pendudukan.

“Benyamin Netanyahu, Anda telah menjadi pembunuh berantai yang mengancam perdamaian selama 30 tahun. Apa visi Anda?”Odeh meneriakkan “Damai bagi para pembunuh berantai” sebelum diseret keluar ruangan.

Setelah Ayman Odeh dikeluarkan dari parlemen, ia merekam sisa pidatonya dan membagikannya melalui akun media sosial X atau Twitter (@AyOdeh).

Dia menekankan bahwa ini adalah visi Perdana Menteri Netanyahu. Odeh, sebaliknya, punya visi berbeda.

Menurutnya, baik orang Arab maupun Yahudi berhak atas keadilan, keamanan, dan kehidupan yang baik. Warga Palestina dan Yahudi mempunyai hak untuk menentukan nasib mereka sendiri.

“Visi kehidupan akan menang atas visi darah yang diwakili oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,” tegas Ayman Odeh.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today