Presiden Filipina Marcos Diancam Akan Dibunuh Oleh Wapres Sara Duterte

Wapres Filipina Sara Duterte secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya mengancam akan membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr apabila dirinya dibunuh. (Source: news.okezone.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Sara Duterte, yang merupakan Wakil Presiden Filipina, secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya mengancam akan membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr apabila dirinya dibunuh.

Dilansir dari Al Jazeera, ancaman tersebut disampaikan melalui siaran Facebook yang tayang pada hari Sabtu 23 November 2024.

Duterte mengatakan bahwa Marcos sebagai pemimpin yang tidak kompeten dan seorang pembohong. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan seseorang untuk membunuh Marcos, Ibu Negara Liza Araneta, serta Ketua DPR Martin Romualdez apabila dirinya terbunuh.

Dilansir dari rri.co.id, pernyataan tersebut muncul ketika ketegangan antara dua keluarga politik paling berkuasa di Filipina itu tengah meningkat.

Duterte mengatakan bahwa Marcos sebagai pemimpin yang tidak kompeten dan seorang pembohong. (Source: East Asia Forum)

Diketahui bahwa ancaman tersebut diutarakan setelah adanya komentar yang meminta Duterte agar tetap aman pada saat berada di DPR.

Ketika itu, kepala stafnya ditahan atas dugaan kasus penyalahgunaan dana di kantor wakil presiden. Walaupun begitu, Duterte tidak menyebut adanya ancaman langsung yang diberikan kepada dirinya.

Dikabarkan bahwa kantor komunikasi presiden memberikan respons terhadap ancaman tersebut dengan serius.

Lucas Bersamin, selaku Sekretaris Eksekutif, merujuk ancaman tersebut kepada Komando Keamanan Presiden.

Pasukan penjaga presiden elit menyatakan bahwa ancaman ini merupakan isu keamanan nasional yang memerlukan penanganan segera.

Sara Duterte, yang merupakan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, tetap menjabat sebagai wakil Marcos walaupun telah mengundurkan diri dari kabinet pada bulan Juni lalu.

Diketahui bahwa pengunduran diri ini menjadi pertanda retaknya aliansi politik yang telah membawa mereka dalam kemenangan besar pada pemilu tahun 2022.

Ketegangan antara keduanya semakin terlihat setelah Duterte pada bulan Oktober menyatakan bahwa hubungannya dengan Marcos menjadi “beracun.”

Duterte bahkan mengakui bahwa terkadang ia membayangkan memenggal kepala Marcos dan merasa “dimanfaatkan” setelah bekerja sama dengannya.

Duterte juga memberikan ancaman akan menggali jenazah ayah Marcos, Ferdinand Marcos Sr, dari taman makam nasional dan membuangnya ke laut.

Ketegangan ini berlangsung menjelang pemilu paruh waktu pada bulan Mei. Hal ini dapat menjadi ujian popularitas Marcos sekaligus peluang bagi dirinya untuk memperkuat kekuasaan.

Ancaman yang diberikan oleh Duterte dianggap sebagai cerminan keretakan mendalam pada hubungan politik keduanya serta memperburuk iklim politik nasional.

Kini, keamanan presiden menjadi prioritas utama setelah ancaman tersebut diutarakan dengan tegas serta terang-terangan di depan publik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today