DPR Meminta Dunia Internasional Tegas Terhadap Israel

DPR, meminta dunia internasional bertindak tegas terhadap Israel tindakannya sering melanggar hukum internasional. (Sumber Foto : Dok. Fraksi NasDem)
0 0
Read Time:2 Minute, 25 Second

Mahfudz Abdurrahman, anggota Komisi I DPR, meminta dunia internasional bertindak tegas terhadap Israel karena tindakannya yang sering melanggar hukum internasional.

Ini dibuat sebagai tanggapan atas tindakan Israel yang menangkap sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) ke Palestina.

“Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dunia internasional perlu bersikap lebih tegas terhadap berbagai tindakan yang mengancam keselamatan warga sipil dan menghambat misi kemanusiaan,” ujar Mahfudz dalam keterangannya, dikutip Senin (25/5/2026).

Sembilan anggota WNI dari kapal Global Sumud Flotilla tengah melakukan upaya kemanusiaan ke Gaza, Palestina, menurutnya.

Otoritas Israel menangkap para jurnalis dan aktivis yang terlibat dalam acara tersebut, yang diduga mengalami kekerasan.

“Jurnalis dan aktivis kemanusiaan memiliki mandat moral untuk menyuarakan kondisi kemanusiaan yang terjadi. Mereka bukan kombatan dan tidak seharusnya diperlakukan secara represif,” ujar Mahfudz,

Akibatnya, ia meminta pemerintah Indonesia untuk terus melakukan upaya diplomatik untuk membantu penyelesaian konflik Palestina yang adil dan bermartabat.

Selain itu, ia berterima kasih kepada pemerintah karena telah melakukan diplomasi dengan cepat untuk membebaskan sembilan WNI tersebut.

“Kami mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak yang bekerja untuk memastikan keselamatan serta pembebasan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut. Negara memang harus hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia di mana pun berada,” ujar Mahfudz.

9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Indonesia

Sembilan warga negara Indonesia yang sebelumnya ditahan oleh Israel pada pertengahan Mei 2026 tiba di Tanah Air pada hari Minggu, 24 Mei 2026. Di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mereka disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko, dan keluarga.

Sembilan WNI tersebut termasuk Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, yang menaiki kapal Josef dengan status ditangkap Israel, menurut sumber dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Tiga jurnalis yang naik kapal Ozgurluk adalah Thoudy Badai dari Republika, Rahendro Herubowo dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo.

Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya diplomatik untuk membantu penyelesaian konflik Palestina adil dan bermartabat. (Sumber Foto : fraksi.pks.id)

Kemudian ada Bambang Noroyono, jurnalis Republika, dan Abeng yang menaiki kapal yang berbeda, BoraLize.

Sugiono menyatakan bahwa pemerintah telah berkolaborasi dan bernegosiasi sejak aktivis tersebut diintersep pada 18 Mei 2026 untuk memastikan mereka kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Pada sore hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita menyambut kembali kedatangan saudara-saudara kita yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” kata Sugiono, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Dia menyatakan bahwa kepulangan para WNI tersebut adalah hasil dari berbagai upaya diplomasi pemerintah Indonesia.

Sugiono juga menekankan peran beberapa negara sahabat dalam membantu pemulangan WNI, terutama Turki.

“Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turkiye, Jordan, dan Mesir yang juga telah membantu, terlebih kepada pemerintah Turkiye yang turut membantu penjemputan saudara-saudara kita ini dari Ashdod,” ujar Sugiono.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today