Hizbullah Luncurkan 340 Rudal ke Israel, Tembus Iron Dome

Hizbullah mengumumkan serangan pertamanya terhadap pangkalan angkatan laut Ashdod di Israel selatan. (Sumber Foto : Reuters/Ammar Awad)
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Hizbullah mengumumkan serangan pertamanya terhadap pangkalan angkatan laut Ashdod di Israel selatan, mengklaim bahwa mereka melakukan operasi terhadap “target militer” di Tel Aviv menggunakan rudal canggih dan drone serang.

Militer Israel melaporkan membunyikan sirene serangan udara di wilayah tengah dan utara, termasuk pinggiran Tel Aviv, dan mengatakan mereka telah mencegat banyak proyektil dari Lebanon.

Dengan adanya serangan tersebut, Hizbullah meluncurkan lebih dari 340 rudal Lebanon, menurut laporan radio tentara Israel. Serangan ini melukai setidaknya 11 orang, termasuk seorang pria dalam kondisi “sedang hingga serius,” berdasarkan laporan lembaga medis.

Israel melancarkan serangan ke pusat Beirut sehari sebelumnya, menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai 66 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati mengecam serangan itu sebagai pesan “langsung dan berdarah” yang menolak upaya gencatan senjata yang dipimpin AS.

“(Israel) sekali lagi menulis dengan darah Lebanon penolakan terang-terangan terhadap solusi yang sedang dibahas,” bunyi pernyataan dari kantornya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (25/11/2024).

Militer Israel melaporkan membunyikan sirene serangan udara di wilayah tengah dan utara, termasuk pinggiran Tel Avi. (Sumber Foto : posaceh.com)

Sementara itu, diplomat utama Uni Eropa, Josep Borrell, menyerukan tekanan terhadap Israel dan Hizbullah untuk mencapai kesepakatan, dengan mengatakan bahwa mereka “menunggu persetujuan akhir dari pemerintah Israel.

Uni Eropa juga telah menawarkan EUR 200 juta untuk mendukung tentara Lebanon dalam memperkuat kehadirannya di selatan, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Serangan di Lebanon

Dalam perkembangan lainnya, tentara Lebanon melaporkan bahwa satu tentara tewas dan 18 lainnya terluka dalam serangan Israel di al-Amriyeh.

Israel mengatakan serangan sebelumnya terhadap pasukan Lebanon adalah insiden yang tidak disengaja.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 3.500 orang dan membuat sekitar 1,2 juta orang mengungsi di Lebanon.

Di Israel, sekitar 90 tentara dan 50 warga sipil telah tewas sejak awal Oktober akibat pertempuran dan invasi darat di wilayah utara.

Lebih dari 60.000 warga Israel yang tinggal di bagian utara negara itu juga terpaksa mengungsi sejak konflik meningkat.

Konflik terus menimbulkan kerusakan yang signifikan dan jumlah korban terus meningkat.

Meskipun ada tekanan internasional untuk melakukan gencatan senjata, kedua negara terus melakukan perlawanan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today