Satu Juta Penduduk Alami Pemadaman Listrik, Rusia Hantam Infrastruktur Energi Ukraina

Kamis, 28 November 2024, Rusia kembali lakukan serangan terhadap infrastruktur energi di Ukraina. (Source: Anadolu)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Pada hari Kamis, 28 November 2024, Rusia kembali lakukan serangan terhadap infrastruktur energi di Ukraina. Serangan yang diluncurkan Rusia tersebut diklaim telah mengakibatkan 1 juta orang mengalami pemadaman listrik.

Presiden Vladimir Putin mengungkapkan bahwa agresi ini merupakan balasan atas serangan Ukraina ke wilayahnya dengan menggunakan rudal balistik ATACMS dari Amerika Serikat.

Ia menyatakan bahwa target-target Rusia kedepannya dapat meliputi pusat-pusat pengambilan keputusan di Kyiv, ibu kota Ukraina.

Dilansir dari tempo.co, Volodymyr Zelenskiy, selaku Presiden Ukraina, menuduh Rusia telah melakukan ‘eskalasi yang tercela’.

Presiden Vladimir Putin mengungkapkan bahwa agresi ini merupakan balasan atas serangan Ukraina ke wilayahnya dengan rudal balistik ATACMS dari AS. (Source: REUTERS)

Zelenskiy menyampaikan dalam pidatonya bahwa ia telah berdiskusi dengan para pemimpin Barat, termasuk Mark Rutte, selaku Sekretaris Jenderal NATO, Perdana Menteri Inggris serta Kanselir Jerman untuk memberikan tanggapan terhadap aksi Rusia tersebut.

“Sekarang adalah waktunya untuk memperkuat posisi kita, posisi Ukraina dan mitra-mitra kita,” kata dia seperti dikutip dari Reuters, Jumat 29 November 2024, dalam laman tempo.co.

Angkatan Udara Ukraina mengungkapkan bahwa dalam serangan tersebut, Rusia menggunakan 91 rudal serta 97 pesawat tak berawak.

Dikabarkan bahwa Angkatan Udara Ukraina mengklaim telah menembak jatuh 79 rudal serta menjatuhkan 35 drone, sedangkan untuk 62 drone lainnya dilaporkan hilang.

Sebanyak 12 rudal Rusia telah mengenai targetnya yang sebagian besar merupakan fasilitas energi dan bahan bakar.

Berdasarkan laporan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri Ukraina, terdapat laporan terkait kerusakan infrastruktur di sembilan wilayah.

Serangan terbaru yang dilakukan oleh Rusia ini membuat pihak Ukraina menjadi khawatir akan adanya pemadaman listrik panjang selama berbulan-bulan, khususnya pada musim dingin dengan perkiraan suhu mencapai nol derajat.

Para pejabat Ukraina mengatakan bahwa ini menjadi serangan besar ke-11 pada sistem energi sejak bulan Maret.

Diketahui bahwa hingga saat ini Rusia telah melumpuhkan sekitar setengah dari kapasitas pembangkit listrik yang tersedia di Ukraina selama perang berlangsung, merusak sistem distribusi serta memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan pemadaman listrik yang panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today