Bendaran Pengeluaran Kanwil Kabupaten Puncak Jaya membawa setumpuk uang ke halaman Mapolres Puncak Jaya di Pegunungan Papua, Kamis (5/12/2024).
Pejabat Bupati Puncak Jaya, Tumiran angkat bicara soal kejadian tersebut. Ia mengatakan bendahara tersebut baru saja kembali dari Bank Papua untuk menarik uang.
Dana ini akan digunakan untuk membayar insentif/operasional IV, ULP ASN Triwulan , kegiatan kantor sehari-hari, perjalanan harian, biaya PAM duklok, dan lain-lain.
Petugas yang membawa uang tunai tanpa didampingi itu dihadang sekelompok pendukung salah satu calon Pilkada Puncak Jaya.
“Saat bendahara pembawa dana stimulus tiba di ruang bupati, dia dihadang massa calon bupati dan wakil bupati Puncak Jaya, jelasnya dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (6/12/2024).
Untuk melindungi diri, bendahara mendatangi Mapolres Puncak Jaya, Kondisi ini menyesatkan.
Massa pendukung satu pasangan calon mengira uang tersebut akan disalurkan ke dua pasangan calon lainnya. Bahkan, sebagian uangnya dikumpulkan dari suporter.

“Faktanya, uang tersebut adalah uang Pemda untuk membayar hak-hak pegawai Triwulan IV dan kebutuhan rutin lainnya, bukan untuk tujuan politik,” tuturnya.
Usai kejadian, Tumiran mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi atau menyebarkan rumor tidak benar yang merugikan.
“Saat ini, dana tersebut telah dikembalikan oleh timses salah satu paslon kepada Pemda melalui Polres Puncak Jaya, dan telah dilakukan klarifikasi bersama di Mapolres,” ungkapnya.
“Klarifikasi ini dibuat dengan sebenarnya untuk diketahui secara luas,” tegas Tumiran.






