Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Polri akan memantau wilayah perbatasan untuk mecegah masuknya narkoba ke wilayah Indonesia.
“Dalam hal pengawasan jalur-jalur yang mewakili wilayah perbatasan, jalur laut, terutama yang digunakan untuk perpindahan antar kapal, hal ini tentunya juga menjadi perhatian kami,”ujar apolri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Sigit menjelaskan, Polri bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Badan Keamanan Laut, dan TNI Angkatan Laut untuk mengoptimalkan pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya jalur perairan.

Kapolri mengatakan perairan ini sangat mudah dijangkau oleh para pengedar narkoba, oleh karena itu penting untuk mengedukasi masyarakat setempat. Agar tidak dieksploitasi par pengedar narkoba.
“Ini untuk mengedukasi masyarakat yang diekploitasi (oleh bandar narkoba) agar mereka paham bahwa apa yang mereka lakukan jelas tidak benar,”ujar Sigit. Kesalahpahaman tentang taraf hidup yang layak.
Sementara itu, Listyo Sigit mengklaim Polri menangani 3.680 kasus narkoba dan menangkap 3.965 tersangka dalam satu bulan terakhir.
Ia mengatakan Polri juga menyita berbagai jenis narkoba senilai total Rp 2,88 triliun.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik & Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan mengumumkan bahwa waktu ini Indonesia dengan syarat darurat narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).
Ia mengatakan, Indonesia tidak lagi menjadi konsumen barang terlarang tersebut, melainkan salah satu negara produsen.
“Bahwa saat ini Indonesia dapat dikatakan dalam kondisi darurat narkoba. Karena Indonesia bukan hanya sekadar menjadi konsumen narkoba, namun juga sudah menjadi target pasar dan bahkan menjadi salah satu produsen narkoba di dunia ini,” kata Budi Gunawan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.






