Dalam pertempuran antara pasukan keamanan pemerintah Suriah dan militan setia Bahsar al-Assad, lebih dari 70 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
“Lebih dari 70 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dan ditangkap dalam bentrokan berdarah dan penyergapan di pantai Suriah antara anggota Menteri Pertahanan dan Dalam Negeri dengan militan dari tentara rezim yang sudah tak lagi berkuasa,” kata Badan Observasi Suriah untuk Hak Asasi Manusia di media sosial X, dikutip dari AFP, Jumat (7/3).
Dilaporkan sebelumnya bahwa 48 orang tewas dalam pertempuran antara pasukan pemerintah dan pendukung Assad di kota pesisir Jableh dan desa-desa di sekitarnya.
Sejak penggulingan al-Assad pada Desember 2024, perang ini merupakan yang paling brutal melawan pemerintahan baru.
Meskipun demikian, total jumlah serangan minggu ini masih belum diketahui.
Menurut badan observasi itu, pasukan pro-Assad membunuh 16 pasukan keamanan, 28 pejuang yang mendukung Assad, dan 4 warga sipil.

Bentrokan sebelumnya terjadi di Latakia, provinsi pesisir Mediterania, rumah dari minoritas Alawite yang dianggap mendukung al-Assad selama pemerintahannya.
Mustafa Kneifati, pejabat keamanan Latakia, mengatakan serangan tersebut direncanakan dengan baik.
“Beberapa kelompok sisa milisi al-Assad menyerang posisi kami dan pos penjagaan, menargetkan patroli di wilayah Jableh,” kata dia.
“Serangan itu mengakibatkan banyak martir dan korban luka di antara pasukan kami,” kata Kneifati tanpa mengungkapkan jumlah korban.
Kneifati menyatakan bahwa pasukan keamanan akan bekerja untuk menghilangkan anggota kelompok yang mendukung Assad.
“Kami akan mengembalikan stabilitas di wilayah dan melindungi properti rakyat kami,” ungkapnya.






