Enam Orang Guru di Yahukimo Tewas dalam Sebuah Serangan yang Dilakukan oleh TPNPB-OPM

Enam orang guru di Yahukimo tewas dalam sebuah serangan yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata. (Source: Kompas.com/Dok. Pribadi)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Pada hari Jumat, 21 Maret 2025, enam orang guru di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan telah tewas dalam sebuah serangan yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata.

Dilaporkan bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM mengaku bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan yang telah terjadi di wilayah itu.

TPNPB-OPM mengaku bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan ini. (Source: Tribun-Papua.com/Istimewa)

Dilansir dari tempo.co, Kolonel Infanteri Candra Kurniawan, selaku Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, mengungkapkan bahwa para korban diduga tewas dengan cara dibakar saat tengah berada di dalam sebuah bangunan sekolah.

“Benar, enam orang guru tewas dalam serangan yang biadab dan tidak berperikemanusiaan. Dalam serangan ini mereka membakar sekolah dan rumah guru,” kata Kurniawan saat dihubungi, Minggu, 23 Maret 2025, dikutip dari tempo.co.

Kurniawan menjelaskan bahwa dari keenam korban tewas, empat di antaranya dikabarkan sudah berhasil diidentifikasi.

Diketahui bahwa salah satu korban adalah seorang tenaga kesehatan yang tengah menjalani tugas di Distrik Anggruk, Papua Pegunungan.

Ajun Komisaris Besar Heru Hidayanto, selaku Kapolres Yahukimo, menyatakan bahwa sampai dengan hari Sabtu, 22 Maret 2025, proses evakuasi para korban serangan masih tetap dilakukan.

Dikabarkan bahwa Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz juga telah diturunkan menuju ke lokasi terjadinya serangan itu.

“Laporan yang kami terima menyebutkan bahwa enam guru kontrak menjadi korban setelah dibunuh dan dibakar oleh KKB. Namun, untuk memastikan detail kejadian, Pemda Yahukimo bersama TNI-Polri masih melakukan pembahasan,” ujar Heru dilansir dari Antara, Sabtu, 22 Maret 2025.

Sebby Sambom, selaku Juru Bicara TPNPB-OPM, mengatakan bahwa kelompoknya adalah otak di balik serangan yang telah menewaskan enam orang di Yahukimo itu.

Sebby menyebut, serangan tersebut dilancarkan karena para korban merupakan bagian dari intelijen yang telah dikirimkan oleh aparat keamanan di Yahukimo.

“Kami bertanggung jawab atas penyerangan ini dan kami telah membunuh enam guru dan tenaga medis serta membakar rumah-rumah agen intelijen,” kata Sebby dikutip dalam keterangan pers, Sabtu, 22 Maret 2025, dalam laman tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today