Jenderal Agus Subianto, selaku Panglima TNI, mengatakan bahwa pihaknya bakal mengerahkan 66.714 personel untuk memberikan bantuan kepada Polri dalam melakukan pengamanan terhadap arus mudik Lebaran 2025.
“Sebagian akan stand by di satuannya untuk menghadapi apabila terjadi bencana alam untuk perbantuan kepada masyarakat,” ujar dia melalui keterangan resminya saat mengunjungi rest area mudik lebaran di KM 57 tol Cikampek Utama, Jawa Barat bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rabu, 26 Maret 2025, dikutip dari tempo.co.

Dilansir dari tempo.co, Panglima TNI bersama dengan Kapolri serta Pratikno, selaku Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, diketahui telah melakukan pemantauan terhadap arus mudik lebaran melalui patroli udara dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI.
Dilaporkan bahwa pihak kepolisian mulai menjalankan rekayasa lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek pada hari Rabu agar dapat melakukan pencegahan terhadap kepadatan arus mudik Lebaran 2025.
“Hari ini mulai diberlakukan rekayasa, apakah itu contraflow yang dilaksanakan di tol Jakarta-Cikampek kilometer 47 sampai dengan 70,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulisnya, dilansir dari tempo.co.
Sistem rekayasa one way bakal diberlakukan oleh pihak kepolisian apabila diperlukan. Tetapi, sistem satu arah ini bakal dilaksanakan ketika jumlah kendaraan yang melintas berada di atas 8 ribu unit per jam.
Apabila lalu lintas jumlah kendaraan masih di bawah dari angka tersebut, maka hanya rekayasa lalu lintas dengan cara contraflow saja yang digunakan.
Sigit mengungkapkan bahwa seluruh informasi yang berkaitan dengan perubahan lalu lintas tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui akun media sosial Polri, meliputi media massa.






