Cerita Pemudik: Perjalanan 6 Kali Menggunakan Transportasi Umum Dari Surabaya ke Semarang

Selama mudik Lebaran tahun 2025, diperkirakan sekitar 20 juta orang akan datang ke Jawa Tengah. (Sumber Foto : solopos.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Selama mudik Lebaran tahun 2025, diperkirakan sekitar 20 juta orang akan datang ke Jawa Tengah.

Meskipun puluhan ribu perantau di Jakarta dan sekitarnya memiliki akses ke fasilitas mudik gratis yang disediakan oleh perusahaan swasta dan pemerintah, tidak semua daerah menyediakan fasilitas untuk seluruh perantau.

Untuk mendapatkan harga transportasi yang murah, sebagian besar orang di Jawa Tengah harus merencanakan mudik jauh hari sebelumnya.

Seorang pegawai swasta berusia 29 tahun bernama Athoul Ghufron mengungkapkan maksudnya untuk pulang ke Kabupaten Semarang saat diwawancarai oleh Kompas.com.

Athoul senang bisa menghemat ongkos mudik dengan mudah menggunakan transportasi umum. (Sumber Foto : Kompas.com)

Sebelum bulan Ramadhan, dia memesan tiket untuk Kereta Api Ambarawa yang menuju Stasiun Semarang Tawang.

“Dari kos naik feedernya Surabaya dia wira-wiri (bolak-balik) kaya Jaklingko gitu, udah bisa masuk Stasiun Pasar Turi. Jadi lebih enak ndak usah jalan dari jalan raya,” tuturnya melalui pesan singkat pada Jumat (28/3/2025) malam.

Athoul senang bisa menghemat ongkos mudik dengan mudah menggunakan transportasi umum.

“Integrasinya bagus, sama Surabaya Bus dan Trans Semanggi. Bayar sekali, terusan ke 3 moda selama 2 jam,” lanjutnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, setelah tiba di Stasiun Tawang Semarang, ia langsung menuju halte Trans Jateng untuk menuju Terminal Bawen Kabupaten Semarang.

Meskipun dia harus mengubah cara transportasi, Athoul melakukannya untuk menghemat uang saat mudik.

Untuk semua tujuan, harga Trans Jateng hanya Rp4.000 per penumpang umum.

Beruntung, armada cukup kosong sehingga Athoul tidak harus berdiri selama 1,5 jam dalam perjalanan ke Terminal Bawen.

Namun, ia mengaku terkejut dengan kecepatan sopir armada Trans Jateng yang sangat mengebut. “Biasa naik Surabaya Bus atau Transemanggi aku cukup culture shock ya. Ini tadi ada halte yang karena telat ngerem jadi kelewatan,” bebernya.

Meskipun Athoul selamat tiba di Terminal Bawen, perjalanannya menuju kampung halaman belum berakhir.

Ia masih harus berganti menjadi minibus milik swasta yang harganya sekitar Rp10.000.

Perjalanan masih memakan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai rumahnya di Sruwen, Kabupaten Semarang, yang berbatasan dengan Boyolali.

Athul berharap Trans Jateng milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat mencakup Kota Salatiga.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today