Jumlah korban gempa bumi yang dahsyat yang terjadi pada Jumat (28/3) siang dengan kekuatan di atas 7 magnitudo telah meningkat menjadi 144, kata pemimpin Junta Myanmar, Min Aung Hlaing. Korban sebelumnya ada 20.
“Korban bertambah jadi 144 sementara sedikitnya 732 orang terluka,” kata pemimpin junta Min Aung Hlaing dikutip dari AFP.
Ia menyatakan bahwa banyak orang yang dilaporkan hilang diduga tertimpa reruntuhan bangunan, yang berarti jumlah korban diyakini akan terus meningkat.
“Peningkatan jumlah kematian dan jumlah korban luka diperkirakan masih akan terjadi. Bangunan-bangun runtuh di banyak tempat, jadi kami masih melakukan operasi penyelamatan di gedung-gedung ini,” kata Min Aung Hlaing.

Selain itu, sebagai akibat dari gempa bumi ini, Myanmar telah meminta bantuan dari negara-negara di seluruh dunia.
Pergerakan Sesar Sagaing dipicu oleh gempa di Myanmar; getaran dahsyat terasa di negara tetangga Thailand dan China.
Junta, yang menjabat sebagai pemerintahan sipil Myanmar pada tahun 2021, telah mengumumkan keadaan darurat.






