Pada hari Rabu, Israel menuduh Iran telah meluncurkan serangan pesawat tak berawak (Drone) ke sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Oman, menurut seorang pejabat yang menggambarkannya sebagai “provokasi Iran di Teluk”, terkait dengan akan diadakannya Piala Dunia Qatar. Pacific Zircon, merupakan sebuah kapal tanker minyak berbendera Liberia, diserang oleh sebuah ‘Drone’ yang dapat menghancurkan diri sendiri. Kapal tanker Liberia yang berafiliasi dengan Israel ini, membawa muatan berupa minyak gas dan diserang pada sekitar pukul 10 malam dihari Senin, namun, tidak menyebabkan kerusakan parah, menurut pernyataan seorang pejabat Amerika Serikat kepada CNN.
Seorang pejabat Israel berkata bahwasannya ‘Drone’ tersebut merupakan sebuah ‘Drone’ penghancur diri HESA Shahed 136 milik Iran. Iran telah mengirim ‘Drone’ yang sama ke Rusia untuk digunakan dalam perang Ukraina. Pejabat Israel mengatakan “kami melihat ini sebagai provokasi Iran di Teluk, ini bukan serangan terhadap Israel, ini adalah hal yang sama yang biasanya mereka lakukan di Teluk, mencoba mengganggu stabilitas dan terutama mempengaruhi acara Piala Dunia.”
Dilansir dari edition.cnn.com, Komando Pusat Amerika Serikat memberikan pernyataannya bahwa “eksploitasi puing-puing yang menghantam kapal mengungkapkan bahwa itu adalah pesawat tak berawak serangan satu arah seri Shahed.” Komandan Komando Pusat Amerika Serikat, Jenderal Michael “Erik” Kurilla, berkata bahwa “serangan kendaraan udara tak berawak terhadap kapal sipil di selat maritim yang kritis ini menunjukkan, sekali lagi, sifat destabilisasi aktivitas jahat Iran di wilayah tersebut.”

Menurut perusahaan yang mengoperasikan kapal itu, Eastern Pacific Shipping, melaporkan bahwa dalam insiden ini tidak ada korban yang mengalami luka ringan maupun berat. Pihak Eastern Pacific Shipping mengatakan bahwa “kami sedang berkomunikasi dengan kapal dan tidak ada laporan cedera atau polusi. Semua kru aman dan bertanggung jawab.” Lalu Lintas Laut memperlihatkan posisi terakhir dari kapal tanker berada di lepas pantai Oman dekat Liwa pada hari Senin.
Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, menyatakan bahwa kemungkinan Iran berada dibalik serangan ‘Drone’ ini, meskipun “tidak ada pembenaran untuk serangan ini”, ini merupakan “yang terbaru dalam pola tindakan semacam itu dan kegiatan destabilisasi yang lebih luas.”







