Korea Utara Dicurigai Meluncurkan Rudal ‘ICBM’ Ke Arah Perairan Jepang

Program TV yang memberitakan peluncuran rudal di Tokyo, Jepang. (Photo: reuters.com/Kyodo)
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Pada hari Jumat, Korea Utara melakukan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) yang membuat Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengutuk dan tidak dapat menerima tindakan ini. Diketahui rudal ‘ICBM’ ditembakkan sekitar pukul 10.15 pagi waktu setempat dari wilayah Sunan di Pyongyang, dan mengudara sejauh 1.000 kilometer ke arah timur, berdasarkan pernyataan dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).

Dilansir dari edition.cnn.com, menurut Kishida, kemungkinan rudal tersebut jatuh di zona ekonomi eksklusif (ZEE), berjarak sekitar 210 kilometer sebelah barat pulau Oshima, Jepang, sesuai perkataan dari Penjaga Pantai Jepang. Kishida mengatakan kepada wartawan pada saat pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Bangkok, Thailand, bahwa “Korea Utara terus melakukan tindakan provokatif pada frekuensi yang belum pernah terlihat sebelumnya.”

Kim Jong Un meluncurkan rudal ICBM ke arah perairan Jepang. (Photo: Korean Central News Agency/Korea News Service/AP/FILE)

“Saya ingin menyatakan kembali bahwa kami tidak dapat menerima tindakan seperti itu,” tambahnya. Ketinggian dari ICBM diperkirakan mencapai sekitar 6.100 kilometer dengan kecepatan 22 kali kecepatan suara, menurut JCS dan mengatakan bahwa rinciannya tengah dianalisis oleh otoritas intelijen di Korea Selatan dan Amerika Serikat.

JCS memberi peringatan kepada Korea Utara untuk tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan mendesaknya agar segera berhenti, serta menyebut peluncuran tersebut sebagai “provokasi signifikan dan tindakan ancaman serius”. Direktur urusan publik pasukan Jepang, Kolonel Udara Amerika serikat Greg Hignite, berkata bahwa Pangkalan Udara Misawa membunyikan peringatan berlindung di tempat setelah rudal ditembakkan.

Peluncuran itu terjadi satu hari setelah Pyongyang meluncurkan rudal balistik jarak pendek ke arah perairan lepas pantai timur Semenanjung Korea, dan mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat terkait “tindakan balasan militer yang lebih sengit” terhadap hubungan pertahanannya dengan Korea Selatan dan Jepang. Peluncuran tersebut merupakan peluncuran ICBM yang dicurigai kedua pada bulan ini.

Direktur Program Non-proliferasi Asia timur di Pusat Studi Non-proliferasi, Jeffrey Lewis, menyatakan bahwa uji coba ICBM dirancang untuk memvalidasi program rudal Korea Utara, yang merupakan janji dari Kim Jong Un untuk dilakukan tahun ini. Lewis mengatakan bahwa “saya tidak akan berpikir tentang uji coba ini sebagai sinyal utama. Korea Utara tidak tertarik berbicara sekarang.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today