Balasan Atas Ledakan di Istanbul, Turki Meluncurkan Serangan Udara Ke Suriah

Serangan balasan dari Turki ke Suriah terkait ledakan yang terjadi di Istanbul. (Photo: Reuters/North Press Agency)
0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Pada hari Sabtu malam, seorang pejabat Pasukan Demokratik Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat, berkata bahwa sebelas orang termasuk seorang jurnalis telah tewas dalam serangan “operasi udara” yang dilakukan oleh Turki terhadap Suriah dan Irak. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban di pihak Irak.

Dilansir dari edition.cnn.com, kantor berita milik pemerintah, Anadolu, memberikan laporan bahwa serangan Turki yang dijuluki oleh kementerian pertahanannya sebagai “Operasi Claw-Sword“, menargetkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), Unit Pertahanan Rakyat PYD (YPG), dan Persatuan Komunitas di Kurdistan (KCK). Serangan ini menyusul ledakan mematikan di pusat kota Istanbul seminggu yang lalu, yang dimana menurut para pejabat Turki, ledakan itu merupakan tanggung jawab dari separatis Kurdi, sebuah pernyataan yang dibantah oleh kelompok Kurdi. Dalam ledakan itu menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai sekitar 81 orang.

Kepala media SDF, Ferhad Shami, berkata melalui Twitter bahwa jet tempur Turki meluncurkan serangan udaranya di sekitar Kobani, desa Dahir al-Arab, dan al-Beilonya. Shami menambahkan bahwa serangan tersebut berdampak di Suriah Utara dan Timur, yang dimana menghancurkan sebuah rumah sakit di Kobani, pembangkit listrik di Derik, dan menghancurkan silo biji-bijian di Dahir al-Arab. Seorang saksi berkata kepada CNN bahwa pesawat tempur itu melakukan serangannya di dekat kota Tal Rifaat, di pedesaan utara Aleppo, yang berada dibawah kendali YPG.

Dampak dari serangan udara yang diluncurkan oleh Turki. (Photo: Reuters/North Press Agency)

Berdasarkan laporan Anadolu, dalam sebuah pidato di ibukota Ankara, Hulusi Akar mengatakan “tempat penampungan, bunker, gua, terowongan, dan gudang teroris berhasil dihancurkan. Kami mengikuti mereka dari dekat. Yang disebut markas besar organisasi teroris juga dihantam dan dihancurkan.” Baik Turki maupun Amerika Serikat menganggap bahwa PKK sebagai organisasi teroris.

Seorang wanita yang dicurigai melakukan ledakan di Istanbul telah ditahan. Wanita itu diidentifikasi sebagai warga negara Suriah yang telah dilatih oleh militan Kurdi, berdasarkan keterangan dari pihak berwenang Turki. Dilain sisi, jaksa Bulgaria mengajukan tuntutan kepada lima orang karena mendukung tindakan teroris yang berhubungan dengan ledakan tersebut.

Pada hari Sabtu, Jaksa Pengawas Bulgaria, Anglel Kanev, berkata bahwa tuduhan terhadap lima orang tersebut diajukan untuk dua kejahatan, “satu [berada dalam] kelompok kejahatan terorganisir untuk penyelundupan dan perdagangan manusia. Yang lainnya adalah, menurut pasal 108A dalam KUHP, secara umum, membantu sampai batas tertentu pada saat tertentu, kegiatan teroris.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today