Piala Dunia Dimulai, Kemenangan Ekuador Meredam Kemeriahan Pesta Qatar

Kemenangan Ekuador 2-0 melawan Qatar pada pembukaan di hari Minggu. (Photo: apimages.com/Ariel Schalit)
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Sebuah jam raksasa yang terletak di ibukota Qatar, Doha, dalam setahun terakhir telah melakukan perhitungan mundur untuk pertandingan pembukaan Piala Dunia 2022. Turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar telah dimulai pada hari Minggu dan dibuka dengan pertandingan Qatar melawan Ekuador, yang dimana Qatar mengalami kekalahan 2-0 dari Ekuador. Setelah berlangsungnya upacara pembukaan yang dibintangi oleh aktor Hollywood Morgan Freeman dan salah satu bintang dari grup ‘BTS’ Jung Kook, pertandingan Piala Dunia pun akhirnya menjadi pusat perhatian.

Sang tuan rumah, Qatar, terlihat gugup dan mengalami kesulitan pada saat bertanding dengan Ekuador. Pertandingan diakhiri dengan Ekuador yang unggul 2-0 berkat dua gol dari Enner Valencia. Para penggemar yang sebelumnya sangat antusias terhadap pertandingan ini, perlahan-lahan mulai meninggalkan stadion pada babak kedua karena kekecewaan dari para penggemar yang telah memberikan harapan tinggi pada pertandingan pembukaan ini.

Para penggemar yang telah menantikan Piala Dunia ini terlihat sangat bersemangat serta antusiasme dari warga Qatar yang semakin meledak dikarenakan negara mereka menjadi tuan rumah dari salah satu acara olahraga terbesar. Selama beberapa hari sebelum pembukaan dimulai, para penggemar dari seluruh dunia berkumpul di pusat kota Doha untuk benyanyi dan mengibarkan bendera nasional mereka, menciptakan suasana yang sangat meriah dan fantastis.

Kemeriahan di pusat kota Doha, Qatar. (Photo: apimages.com/Aijaz Rahi)

Dilansir dari edition.cnn.com, terkait dengan beberapa permasalahan kontroversial yang terjadi dan skandal korupsi yang melanda FIFA, Bos FIFA mengatakan kepada ratusan wartawan pada konferensi pers di Doha, dengan memberikan pidato hampir satu jam, yang dimana ia menuduh kritikus barat atas kemunafikan dan rasisme.

Beberapa menit setelah dimulainya pertandingan pembukaan pada hari Minggu, para penggemar Ekuador mulai merayakan keunggulan tim mereka. Valencia memberikan sundulan bola dari jarak dekat, namun, Video Assistant Referee (VAR) menganggap Valencia offside dan tidak memperbolehkan gol tersebut. Tetapi, beberapa menit kemudian, Valencia kembali membawa timnya unggul dari titik penalti. Sang kapten mencetak gol keduanya sebelum babak pertama berakhir, mengarahkan sundulannya ke arah pojok bawah gawang saat Qatar terlihat kurang percaya diri.

Pihak penyelenggara berharap perhatian akan beralih dari hak asasi manusia dan masalah luar lapangan lainnya. Tetapi, warisan turnamen ini tidak akan ditentukan dilapangan. Sebaliknya, hal ini ditentukan oleh perubahan dan peningkatan kehidupan orang-orang yang membantu mewujudkannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today