Pada Senin pagi, kapsul Orion milik NASA melintas sekitar 130 kilometer di atas permukaan bulan. Hal ini merupakan sebuah pencapaian dalam misi yang bertujuan untuk menguji kemampuan dari badan antariksa milik Amerika Serikat agar dapat mengembalikan astronot ke bulan di masa yang akan datang. Seteleah melintasi bulan, Orion, diperkirakan akan menempuh perjalanan lebih dari 40.000 mil di luar sisi jauh bulan, jarak terjauh dari pesawat ruang angkasa yang nantinya akan membawa manusia.
Hal tersebut merupakan bagian dari misi ‘Artemis’ NASA, yang memiliki tujuan untuk membangun pos di bulan agar dapat menampung astronot secara permanen untuk pertama kali dalam sejarah dan berharap agar suatu hari nanti dapat membuka rute menuju Mars. Peluncuran misi ‘Artemis I’ telah dilakukan pada hari Rabu lalu, yang dimana roket Space Launch System (SLS) milik NASA yang telah lama tertunda, meluncurkan kapsul Orion ke ruang angkasa, dan menjadikan roket tersebut sebagai kendaraan peluncur operasional terkuat yang pernah dibuat. Dengan daya dorong melebihi roket ‘Saturn V’, yang mendukung pendaratan di bulan sebesar 15%.

Setelah mengitari bulan, kapsul Orion diperkirakan akan kembali ke arah Bumi dan melakukan pendaratan di Samudra Pasifik pada 11 Desember 2022. Lokasi untuk pendaratan berada di lepas pantai San Diego, dan kapal pemulihan NASA akan bersiap menunggu di sekitar wilayah tersebut yang akan mengangkut pesawat ruang angkasa itu ke tempat yang aman. Tim pemulihan tersebut juga akan mencari dan memulihkan beberapa instrumen ilmiah di pesawat yang telah mengumpulkan data untuk NASA dalam memahami kemungkinan dampak bagi astronot dalam penerbangan di masa depan.
Pada hari Jumat, Sarafin berkata kepada wartawan bahwa NASA harus memperbaiki “kelucuan” pada kapsul Orion, namun, secara keseluruhan pesawat ruang angkasa tersebut bekerja dengan “sangat baik”. Salah satu permasalahan yang muncul terkait dengan pelacak bintang milik Orion, yang merupakan sebuah sistem dengan menggunakan peta kosmos untuk memberitahu para teknisi di darat tentang orientasi dari pesawat ruang angkasa.






