Pada 4 Desember 2022, gunung Semeru mengeluarkan awan gas panas mematikan dan sungai lahar. Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Indonesia ini, telah meletus dan mendorong pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan gunung berapi ke tingkat tertinggi. Sekitar hampir 2.000 orang di pulau Jawa telah dievakuasi dari desa-desa yang berada di dekat dengan puncak semeru. Beberapa desa diselimuti oleh abu vulkanik yang berjatuhan dan menghalangi matahari akibat letusan yang terjadi pada hari Minggu.
Dampak dari meningkatnya aktivitas vulkanik, pihak berwenang memperluas zona bahaya di wilayah sekitar Semeru menjadi 8 km dari kawah, sesuai dengan pernyataan dari Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan. Hendra menyarankan kepada para penduduk agar dapat menjauh dari sektor tenggara gunung berapi di sepanjang Sungai Besuk Kobokan, yang terletak di jalur aliran lahar.

Letusan besar terakhir dari Semeru terjadi pada bulan Desember tahun lalu, yang mengakibatkan 51 orang tewas, ratusan orang mendertia luka bakar serius dan lebih dari 10.000 orang dievakuasi serta mengubur desa-desa disekitarnya dalam lapisan lumpur. Semeru yang juga disebut sebagai Mahameru, telah meletus berkali-kali dalam 200 tahun terakhir.
Dilansir dari detik.com, awan gas panas Semeru dilaporkan telah menyelimuti Jembatan Gladak Perak di Sumber Wuluh, Candipuro. Hori yang merupakan salah satu warga dari Desa Sumber Wuluh, mengatakan bahwa awan gas panas mencapai Gladak Perak pada 4 Desemeber 2022 pukul 12.00 WIB. “Jam 12 siang awan gas panas sampai di Gladak Perak. Untuk situasi terkini, saya tidak berani lihat ke sana lagi. Saya sudah naik ini, menghindari awan gas panas,” ujar Hori pada saat dihubungi oleh pihak detik.
Menurut Hori, sampai pada pukul 13.14 WIB, situasi di dusun yang berada di dekat Gladak Perak sudah kosong dari penduduk. Pemkab dan BPBD Lumajang sudah memberikan peringatan evakuasi agar para penduduk segera mengungsi. Jembatan Gladak Perak sempat putus akibat erupsi gunung Semeru pada 4 Desember 2021, sebuah jembatan sepanjang 120 meter yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang.
Setelah erupsi pada 4 Desember 2021, Kementerian PUPR membangun kembali jembatan Gladak Perak yang memakan waktu sekitar 4 bulan dan sudah bisa dilalui khusus kendaraan roda dua, roda tiga, dan ambulans. Peresmian jembatan tersebut dilakukan pada 23 Maret 2022 oleh Bupati dan wakil Bupati Lumajang.





