Rashid Rover, Penjelajah Bulan Pertama Buatan Arab

Rashid Rover, penjelajah bulan pertama buatan Arab yang diluncurkan pada 11 Desember 2022. (Photo: MBRSC)
0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

Pada tanggal 11 Desember 2022, roket SpaceX ‘Falcon 9’ diluncurkan dari Stasiun Angkatan Antariksa Cape Canaveral di Florida, dengan membawa pesawat ruang angkasa pertama buatan Arab. ‘Rashid Rover’ buatan Mohammed bin Rashid Space Centre (MBRSC) Dubai ini tengah dikirim oleh pendarat Hakuto-R yang dioperasikan oleh perusahaan eksplorasi bulan milik Jepang, ispace.

Apabila pendaratan ini berhasil, maka Hakuto-R akan menjadi pesawat ruang angkasa komersial pertama yang pernah melakukan pendaratan terkendali di bulan. Misi ini akan mengambil rute dengan energi rendah ke bulan dan diperkirakan tiba pada bulan April 2023.

Dilansir dari edition.cnn.com, setelah sampai ditujuan, rover akan menghabiskan kurang lebih satu hari bulan atau setara dengan 14,75 hari di Bumi untuk melakukan operasi utamanya.

Untuk operasi sekundernya akan dilaksanakan di hari bulan kedua yang bertujuan untuk memeriksa apakah rover akan bertahan di lingkungan malam hari yang sulit di bulan, sebelum akhirnya akan dinonaktifkan.

Pesawat ruang angkasa tersebut diperkirakan akan mendarat di kawah Atlas, bagian timur laut bulan. Rover ini dirancang agar dapat bertahan pada saat malam hari di bulan, ketika suhu mencapai -183°C.

Rover dengan berat sekitar 10kg ini dibuat pada tahun 2017 di Mohammed bin Rashid Space Centre (MBRSC). (Photo: MBRSC)

Sesuai dengan nama mantan pemimpin Dubai, Sheikh Rashid Al Saeed, ‘Rashid Rover’ ini akan menganalisis plasma di permukaan bulan dan melakukan eksperimen untuk memahami lebih banyak terkait dengan debu bulan. Partikel debu bulan yang tajam dapat menempel dan mengikis pakaian serta peralatan antariksa dan menyebabkan masalah operasional bagi para astronot.

‘Rashid Rover’ akan sepenuhnya bertenaga surya serta dilengkapi dengan empat kamera, termasuk kamera mikroskopis dan termal. Peluncuran ini dilakukan setelah misi bulan Artemis I NASA dan menandai langkah pertama dari program eksplorasi bulan UEA yang ambisius.

UEA memiliki rencana untuk mengirim beberapa kendaraan, termasuk dengan penjelajah dan pengorbit, ke bulan, dengan penjelajah kedua yang dijadwalkan akan melakukan peluncurannya pada tahun 2025. Pembuatan rover dengan berat sekitar 10kg ini dimulai pada tahun 2017.

Hamad Al Marzooqi selaku manajer proyek Misi Bulan Emirat di MBRSC, mengatakan kepada CNN bahwa “tim melakukan pekerjaan yang hebat dalam memulai misi dan merancangnya.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today