Geminids merupakan sebuah kumpulan meteor-meteor berwarna intens dan terang yang telah melintasi langit bumi sejak akhir November, dan akan mencapai puncaknya pada malam 13 hingga 14 Desember, sesuai dengan pernyataan dari American Meteor Society.
Dilansir dari edition.cnn.com, Robert Lunsford, seorang koordinator laporan ‘fireball’ untuk masyarakat, berkata bahwa “jika anda harus menyematkan satu (hujan meteor) sebagai yang terbaik tahun ini, dari tahun ke tahun, itu adalah Geminids.”
“Biasanya, dari katakanlah daerah pinggiran kota, dalam kondisi yang baik, anda mungkin bisa melihat 30 hingga 40 meteor (per jam),” tambah Lunsford. NASA menyatakan, dengan kondisi langit yang cerah dan tidak ada cahaya terang yang menghalangi, Geminid akan muncul dengan sekitar 120 meteor yang dapat terlihat per jam.
Tetapi, menurut American Meteor Society, ada kemungkinan dimana akibat dari sinar bulan yang berada di 72%, maka akan mengaburkan sebagian besar meteor yang lebih redup. Menurut pemimpin Kantor Lingkungan Meteoroid NASA, Bill Cooke, mengatakan bahwa “ini masih akan menjadi hujan meteor yang bagus, bahkan dengan adanya bulan.”

Bill Cooke menambahkan, “temukan langit yang cukup gelap, temukan sesuatu yang akan menghalangi bulan, mungkin bangunan atau pohon, dan lihatlah dari bulan ke langit.”
Geminids pertama kali diamati pada pertengahan 1800-an, hujan ini awalnya hanya menghasilkan 20 meteor yang dapat terihat per jam pada maksimum. Sejak saat itu, setiap tahunnya Geminids akan kembali muncul dan jumlahnya semakin kuat. Pada tahun 1960-an Geminids berhasil melampaui Perseids Agustus, yang merupakan hujan meteor dengan kecepatan 50 hingga 100 meteor per jam.
Dengan beberapa model yang memperlihatkan peningkatan intensitas hujan dan lainnya memperkirakan adanya penurunan bertahap selama beberapa dekade ke depan, Cooke mengatakan bahwa tidak jelas bagaimana Geminids akan berubah di masa yang akan datang.
Geminids dapat dikatakan sangat unik karena berasal dari asteroid 3200 Phaethon, sementara untuk sebagian besar hujan meteor lainnya bersumber dari puing-puing komet es. Menurut Cooke, hal tersebutlah yang membuat aliran dari Geminids tidak dapat diprediksi karena kesulitan untuk memodelkan pemecahan asteroid.






