Sikap Tabah Dan Pembangkangan Presiden Zelensky, Melambangkan Perjuangan Negaranya

Sikap emosional Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pada saat berpidato di Washington DC.(Photo: Associated Press/Carolyn Kaster)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Pada hari Rabu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menghabiskan harinya di Washington DC, Amerika Serikat, dalam perjalanan pertamanya untuk berani keluar dari negaranya sejak dimulainya invasi dan serangan Rusia pada bulan Februari.

Dilansir dari edition.cnn.com, Presiden Zelensky mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada Amerika Serikat atas bantuan berupa amunisi dan persenjataan yang bernilai miliaran dolar, namun, Zelensky menjelaskan bahwa dia tidak akan berhenti untuk meminta lebih banyak lagi.

Hadir dengan tampilan simbolisme yang luar biasa di Gedung Putih bersama Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dan di hadapan rapat gabungan Kongres, Zelensky membawa berita yang menyedihkan.

Pertempuran panjang dan berdarah dengan Rusia untuk kebebasan, demokrasi, dan kelangsungan hidup dari sebuah negara yang menurut Presiden Rusia, Vladimir Putin, tidak memiliki hak untuk eksis, menjadi gambaran untuk sebuah perjuangan yang belum jelas dan masih jauh dari kata selesai.

Seorang aktor komik yang berubah menjadi pahlawan perang ini, menempatkan nasib jutaan anggota Ukraina secara efektif di tangan anggota parlemen, pembayar pajak, dan keluarga Amerika pada saat ada skeptisisme yang berkembang di antara mayoritas anggota DPR dari Partai Republik terkait dengan biaya keterlibatan Amerika Serikat.

Pemberian bendera Ukraina yang diambil oleh Zelensky dari pertempuran di Bakhmut kepada Ketua Nancy Pelosi dan Wapres Kamala Harris. (Photo: GettyImages/Mandel Ngan)

Pada saat sedang berpidato di Gedung Putih, Zelensky memberikan sebuah bendera Ukraina yang diambilnya dari front pertempuran terpanas di Bakhmut pada hari Selasa, kepada Ketua Nancy Pelosi dan Wakil Presiden Kamala Harris.

“Pahlawan kita meminta saya untuk membawa bendera ini kepada anda, kepada kongres Amerika Serikat, kepada anggota DPR dan senator yang keputusannya dapat menyelamatkan jutaan orang,” ujar Zelensky. “Jadi, biarkan keputusan ini diambil. Biarkan bendera ini tetap bersama anda,” tambahnya.

Zelensky berargumen bahwa pertempuran di Ukraina tengah berada di titik balik dengan menganalogikannya seperti Pertempuran Saratoga, sebuah titik temu bagi pasukan yang kalah persenjataan melawan musuh adidaya dalam pertempuran revolusi Amerika. Zelensky juga mengutip perkataan dari Presiden Franklin Roosevelt pada masa perang untuk menjanjikan kemenangan yang pasti dan sulit dimenangkan untuk kebebasan.

“Rakyat Amerika, dalam kekuatan mereka yang benar, akan menang hingga kemenangan mutlak,” ujar Zelensky, dengan mengutip perkataan FDR. “Rakyat Ukraina juga akan menang, tentu saja.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today