Pada hari Sabtu, pihak kepolisian telah menangkap lima orang tersangka penembakan fatal yang menewaskan seorang anak berusia 19 tahun pada malam sebelumnya di pusat perbelanjaan terbesar di Amerika Serikat, Mall of America Minnesota.
Dilansir dari edition.cnn.com, menurut Kepala Polisi Bloomington, Booker Hodges, para tersangka tersebut meliputi tiga pria berusia 17 tahun dan dua pria berusia 18 tahun, ditangkap setelah kepolisian mengeksekusi surat perintah penggeledahan pada hari Sabtu.
Para penyelidik percaya bahwa penembak merupakan salah satu orang dewasa yang telah ditangkap, sesuai dengan perkataan Hodges. Hodges juga menambahkan bahwa para tersangka diperkirakan akan didakwa dengan pembunuhan tingkat dua.
“Kami tidak tahu mengapa ini terjadi,” ujar Hodges. “Dan kami tidak tahu mengapa, karena orang-orang tidak mau bekerja sama dan orang-orang tidak mau bicara.”

Hodges sebelumnya memberitahukan bahwa petugas mendengar suara tembakan di lantai pertama Nordstrom tepat sebelum pukul 8 malam waktu setempat pada hari Jumat, dan menemukan seorang pria yang telah tertembak beberapa kali di toko.
Pada hari Sabtu, seorang petugas yang bekerja di toko Watches of Switzerland melihat orang-orang keluar dari Nordstrom, berlari ke dalam toko, dan menemukan korban, menurut Hodges.
Tim Walz yang merupakan Gubernur Minnesota, berkata bahwa kantornya tengah bekerja sama dengan pejabat setempat untuk memberikan dukungan dan sumber daya, dengan cuitan “kekerasan di MOA tadi malam benar-benar tidak dapat diterima.”
Hodges menyatakan penembakan fatal tersebut merupakan pembunuhan pertama terkait dengan penggunaan senjata api di mal itu. Penembakan di hari Jumat terjadi sekitar lima bulan setelah tersangka melepaskan tembakan ke sebuah toko yang tengah ramai di dalam mal dan dilaporkan tidak ada korban luka dalam insiden di bulan Agustus itu.
Hodges mengatakan bahwa penyelidikan awal terkait dengan insiden hari Jumat menunjukkan adanya pertengkaran antara sekitar lima hingga sembilan orang di dalam Nordstrom. Berdasarkan rekaman dari video pengawas, memperlihatkan seorang pria mengeluarkan pistol dan menembak korban.
“Kami memiliki insiden di mana jika seseorang memutuskan bahwa mereka ingin mengeluarkan pistol dan menmbak seseorang dengan sama sekali tidak menghormati kehidupan manusia, saya masih tidak tahu apa yang bisa kami lakukan untuk menghentikannya,” ujar Hodges.






