Pertengkaran Ukraina Meningkat, Saat Rusia Mencoba Rebut Kembali Kota Yang Hilang

Pasukan Rusia menembakkan 33 roket ke sasaran sipil di kota Kherson Ukraina. (Photo : Reuters)
0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Pasukan Rusia menembakkan 33 roket ke sasaran sipil di kota Kherson Ukraina, dalam 24 jam yang berakhir Rabu pagi, “ujar militer Ukraina saat pertempuran semakin intensif, karena Rusia mengirim lebih banyak tank dan kendaraan lapis baja ke garis depan.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan dalam laporan paginya bahwa pasukan Rusia menyerang dengan mortir dan artileri di tepi kanan Sungai Dnipro dekat Kherson.

Dilansir dari Reuters, Rusia akan membantah menargetkan warga sipil, bahwa pasukan Rusia akan meninggalkan Kherson pada bulan lalu, salah satu keuntungan paling signifikan Ukraina dalam perang selama 11 bulan.

Maka dari itu, pertempuran sudah memasuki fase paling lambat serta meratakan karena cuaca musim dingin paling pahit telah terjadi.

Namun, hanya ada sedikit perubahan dalam garis depan, akan ada tekanan dari musuh telah meningkat, baik dalam hal jumlah dengan pasukan maupun jenis jumlah peralatan,” ujar analis militer Ukraina Oleh Zhdanov.

Rusia akan membantah menargetkan warga sipil, bahwa pasukan Rusia akan meninggalkan Kherson pada bulan lalu, salah satu keuntungan paling signifikan Ukraina dalam perang selama 11 bulan. (Photo : Reuters)

Zhdanov telah mengatakan bahwa pertempuran sudah meningkat dengan Rusia, untuk mengerahkan kendaraan lapis baja dan tank.

Pertempuran terberat terjadi di sekitar kota timur Bakhmut, kota hantu yang dibom coba diseberangi oleh Rusia, dengan banyak korban selama berbulan-bulan, dan lebih jauh ke utara di kota Svatove dan Kreminna, tempat Ukraina mencoba menerobos. melalui garis Rusia.

Di Bakhmut, rumah bagi 70.000 orang sebelum perang dan sekarang menjadi runtuh.

Dilansir dari Reuters telah melihat api di sebuah gedung apartemen besar, terdapat puing-puing berantakan di jalanan serta bagian jendela besar bangunan telah pecah.

Bangunan telah hancur, ada sebuah toko gedung kami, sekarang sudah tidak ada lagi, ” ujar Oleksandr berusia 85, ia menambahkan bahwa dia merupakan satu-satunya warga tersisa disana.

Maka dari itu, Pilaheia berusia 73 tahun mengatakan bahwa ia sudah lama terbiasa ada ledakan terus-menerus.

Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” untuk mende-Nazifikasi tetangganya, menurutnya mengancam Rusia.

Rusia mencoba menaklukkan Ukraina dalam beberapa hari, tetapi pasukannya terdesak ke pinggiran ibu kota Kyiv pada musim semi dan harus mundur dari daerah lain pada musim gugur.

Putin menanggapi dengan memanggil ratusan ribu tentara cadangan untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today