Rusia Luncurkan Salah Satu Serangan Terbesarnya Ke Ukraina Menjelang Malam Tahun Baru

Salah satu serangan rudal terbesar Rusia ke Ukraina, membuat listrik dibeberapa wilayah padam. (Photo: GettyImages/Sergei Supinsky)
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Pada hari Kamis, telah terjadi ledakan yang mengguncang desa-desa dan kota-kota di seluruh Ukraina, merusak infrastruktur sipil dan menewaskan sekitar tiga orang dalam sebuah serangan yang disebut Kyiv sebagai salah satu serangan rudal terbesar Moskow sejak dimulainya perang pada bulan Februari.

Dilansir dari edition.cnn.com, pihak berwenang telah memberikan peringatan selama berhari-hari, bahwa Rusia tengah mempersiapkan peluncuran serangan habis-habisan pada jaringan listrik untuk menutup tahun 2022, membuat Ukraina berada di dalam kegelapan, ketika Ukraina sedang berusaha untuk merayakan Tahun Baru dan merayakan liburan Natal.

Kementerian Pertahanan Ukraina memberikan pernyataan melalui Twitter pada hari Kamis, dengan mengatakan “teroris Rusia telah menyimpan salah satu serangan rudal paling besar sejak awal invasi skala penuh untuk hari-hari terakhir tahun ini.” “Mereka bermimpi bahwa Ukraina akan merayakan Tahun Baru dalam kegelapan dan kedinginan. Tapi mereka tidak bisa mengalahkan rakyat Ukraina.”

Serangan rudal Rusia merusak infrastruktur listrik dan menewaskan sedikitnya tiga orang. (Photo: Reuters/Valentyn Ogirenko)

Perang antara Rusia dengan Ukraina diperkirakan akan terus berlanjut hingga satu tahun lagi, Sergey Lavrov, yang merupakan Menteri Luar Negeri Rusia berkata pada hari Kamis, bahwa Moskow tidak akan melakukan negosiasi dengan Kyiv berdasarkan formula perdamaian 10 poin yang diinginkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Didalam formula perdamaian itu termasuk dengan penarikan Rusia dari seluruh wilayah Ukraina, jalan menuju keamanan nuklir, keamanan pangan, pengadilan khusus untuk perang Rusia, dan perjanjian perdamaian akhir dengan Moskow.

Lavrov menyampaikan kepada kantor berita milik pemerintah Rusia RIA Novosti, bahwa Zelensky “merawat ilusi,” dengan bantuan negara-negara Barat, ia dapat menarik Rusia secara paksa dari Krimea, semenanjung Laut Hitam yang dianeksasi dari Ukraina pada tahun 2014, dan menduduki wilayah Donbas Ukraina, Zaporizhzhia dan wilayah Kherson.

Menurut Layanan Darurat Negara Ukraina, serangan rudal Rusia mengakibatkan padamnya listrik di beberapa daerah menjelang malam tahun baru. Menteri Energi Ukraina, Herman Halushchenko, mengungkapkan bahwa Lyiv, Kyiv, dan Odesa sangat terpukul, dan tengah mengalami pemadaman listrik darurat, ketika lsitrik dimatikan untuk mengurangi kerusakan yang terjadi akibat korsleting jaringan.

“Hari ini musuh melakukan serangan besar-besaran lagi terhadap infrastruktur energi Ukraina,” ujar Halushchenko melalui postingan di Facebook. “Sayangnya, ada beberapa kerusakan pada fasilitas pembangkit dan jaringan listrik.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today