Pada Selasa pagi, NASA mengatakan bahwa pensiunan astronot NASA dan pilot untuk penerbangan berawak pertama dalam program Apollo, Walter Cunningham, meninggal dunia di usia yang ke 90 tahun.
Dilansir dari edition.cnn.com, Cunningham merupakan salah satu anggota paling awal dalam program penerbangan antariksa manusia NASA sebagai anggota kelas astronot ketiga, yang bergabung ke dalam badan antariksa tersebut di tahun 1963. Cunningham terpilih menjadi pilot di Apollo 7, misi berawak pertama NASA yang kemudian mendaratkan manusia di bulan untuk pertama kalinya.
Cunningham lahir di Creston, Iowa, menerima gelar sarjana kehormatan dalam bidang fisika dan master dengan perbedaan dalam fisika dari University of California di Los Angeles. Pada saat menjalankan misi Apollo 7, Cunningham berusia 36 tahun. Selama wawancara dengan Kantor Sejarah Lisan NASA di tahun 1999, merefleksikan karier dan motivasinya.
Pihak keluarga Cunningham mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh NASA, “kami ingin mengungkapkan kebanggan kami yang luar biasa atas kehidupan yang dijalaninya, dan rasa terima kasih kami yang mendalam untuk pria seperti dia, seorang patriot, penjelajah, pilot, astronot, suami, saudara laki-laki, dan ayah.” “Dunia telah kehilangan pahlawan sejati lainnya, dan kami akan sangat merindukannya.”
Berdasarkan informasi dari NASA, pada tahun 1968, misi Apollo 7 diluncurkan yang berlangsung sekitar 11 hari, mengirim para kru dalam perjalanan ke orbit yang merupakan penerbangan uji coba dengan tujuan untuk mendemonstrasikan kemampuan kapsul Apollo untuk bertemu dengan pesaawat ruang angkasa lain di orbit dan membukakan jalan bagi eksplorasi masa depan yang lebih dalam ke luar angkasa.

Cunningham menjadi anggota dari kru Apollo 7 terakhir yang masih hidup, yang juga termasuk astronot Wally Schirra dan Donn Eisele. “Saya adalah salah satu orang yang tidak pernah benar-benar melihat ke belakang. Saya hanya mengingatnya ketika seseorang bertanya kepada saya setelah saya menjadi astronot,” ujar Cunningham.
“Yang saya ingat hanyalah semacam menjaga hidung saya ke batu asah dan ingin melakukan yang terbaik yang saya bisa, saya tidak menyadarinya pada saat itu, tetapi, itu karena saya selalu ingin lebih siap untuk langkah selanjutnya. saya selalu melihat ke masa depan. Saya tidak hidup di masa lalu.”







