Kematian Tyre Nichols telah menyulut amarah dari berbagai pihak dan mendorong agar negara segera melakukan penyelidikan terkait kematiannya pada 10 januari lalu.
Pria kulit hitam berusia 29 tahun itu, meninggal setelah diberhentikan oleh polisi di Memphis.
Melalui pengacara keluaraga Nichols, video yang diberikan ke keluarga Nichols oleh pihak kepolisian, menunjukan bahwa dia dipukuli oleh petugas kepolisian selama tiga menit. Berikut adalah kronologis kejadian – kejadian penting dalam kasus tersebut :

7 januari : Sekitar pukul 20.30, Nichols dihentikan oleh petugas polisi karena dianggap mengemudi secara ugal-ugalan di dekat persimpangan Raines Road dan Ross Road di Memphis. Polisi Memphis mengatakan dalam sebuah pernyataan awal bahwa konfrontasi terjadi ketika petugas mendekati kendaraannya dan Nichols berusaha melarikan diri sebelum sesaat kepolisian menangkapnya. Polisi juga mengatakan bahwa terjadi konfrontasi berikutnya, pada saat dilakukan penangkapan, dan kemudian polisi memanggil ambulans karena Nichols mengeluh sesak napas.
10 Januari: Biro investigasi Tennessee mengumumkan bahwa Tn. Nichols meninggal dunia.
14 januari: keluarga Nichols mengadakan acara peringatan untuk mengormati kepergiannya. Menurut Commercial Appeal, sebuah surat kabar Memphis. Para pendukungnya mengadakan protes di kantor polisi terdekat.
15 januari : Departmen kepolisian Memphis mengumumkan bahwa investigasi administrative internal telah berlangsung.
16 januari: Keluarga Nichols menyewa pengacara terkemuka, Ben Crump, yang telah mewakili keluarga beberapa korban kekerasan polisi dari kalangan kulit hitam, termasuk Michael Brown, Breonna Taylor, dan George Floyd. Crump mengatakan: “Tidak seorang pun boleh mati karena penghentian lalu lintas yang sederhana – rekaman itu adalah satu-satunya cara untuk mengetahui narasi yang sebenarnya tentang mengapa dan bagaimana hal itu terjadi pada Tyre.”
18 januari: Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa mereka telah membuka penyelidikan hak-hak sipil atas kematian Nichols dan berkoordinasi
dengan kantor lapangan F.B.I. di Memphis.
20 Januari : Departemen Kepolisian Memphis mengatakan bahwa lima petugas telah melanggar kebijakan departemen sehubungan dengan kematian Nichols, termasuk kebijakan yang mengatur penggunaan kekuatan yang berlebihan, tugas untuk melakukan intervensi dan tugas untuk memberikan bantuan. Kelima petugas tersebut dipecat.
23 Januari: Keluarga Nichols menonton rekaman video pada saat malam penghentian lalu lintas, tetapi ibu Nichols tidak dapat menonton seluruh video.
Pengacara keluarga menyebut video tersebut “menjijikkan,” dan menyamakannya dengan video yang menunjukkan bagaimana Rodney King dianiaya oleh polisi Los Angeles pada tahun 1991. “Bagaimana kita bisa berada di sini lagi setelah bertahun-tahun kemudian?” tanya mereka dalam sebuah pernyataan.
24 Januari: Dari hasil otopsi yang dilakukan oleh keluarga Nichols, menunjukkan bahwa Nichols “mengalami pendarahan hebat yang disebabkan oleh pemukulan yang parah.” Keluarganya membagikan foto yang diambil sebelum dia meninggal pada 10 Januari yang menunjukkan dia berada di ranjang rumah sakit, dan tampak tidak sadarkan diri, dengan wajah yang memar dan bengkak.
25 Januari: Kepala polisi Memphis, Cerelyn Davis, mengutuk tindakan petugas polisi sebagai “kegagalan kemanusiaan dasar” dalam sebuah pernyataan video. (Rifaldi Chandradinata)






