Pihak Berwenang Chili Mengatakan, Gelombang Panas Dapat Memperburuk Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Chili mengakibatkan lebih dari 20 orang tewas. (Photo: Phys.org)
0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

Pihak berwenang telah memberikan peringatan terkait gelombang panas yang dapat menyebabkan kebakaran hutan lebih lanjut di wilayah selatan-tengah Chili, dikarenakan lebih dari 20 orang telah tewas akibat kebakaran yang sangat besar itu.

Dilansir dari aljazeera.com, diperkirakan suhu tinggi tersebut terjadi hingga hari Jumat, dengan suhu yang kemungkinan dapat mencapai lebih dari 35 derajat Celsius di wilayah Maule dan Nuble. Pada hari Selasa, Manuel Monsalve, selaku wakil menteri dalam negeri Chili, mengatakan, “menciptakan situasi yang sangat kompleks dalam hal cuaca.”

Monsalve menambahkan, “situasi iklim yang sangat kompleks dapat muncul,” mendesak para timnya untuk “siap menghadapi segala kemungkinan.”

Dilaporkan sejauh ini, kebakaran hutan yang terjadi telah menghabiskan lebih dari 290.000 hektar di seluruh negara Amerika Selatan, dan diketahui telah menewaskan sekitar 26 orang serta menghancurkan lebih dari 1.000 rumah.

Menurut pihak berwenang Chili, berdasarkan laporan dari kantor berita AFP, sekitar 5.600 anggota damkar, yang dimana sebagian besar merupakan sukarelawan, telah mematikan 81 titik api utama dari 301 titik api yang masih menyala di seluruh negeri.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa dengan adanya gelombang panas yang meningkat, dapat menyebabkan kebakaran hutan lebih lanjut. (Photo: AP Photo/Matias Delacroix)

Ximena Aguilera, yang merupakan Menteri Kesehatan Chili, mengungkapkan bahwa kualitas udara di beberapa wilayah yang terdampak, secara signifikan memburuk akibat asap dari kebakaran tersebut.

Dikabarkan sekitar hampir 2.000 orang mengalami luka akibat kebakaran yang terjadi selama seminggu di wilayah Biobio, La Araucania dan Nuble. Hari Selasa, Monsalve mengungkapkan bahwa petugas damkar dari Kolombia dan Meksiko telah datang untuk membantu.

Kebakaran hutan kemungkinan disebabkan akibat adanya kegiatan-kegiatan seperti pengelasan hingga pembakaran bulu binatang, dan 15 orang yang diyakini melakukan kegiatan tersebut telah ditangkap.

Melalui Twitter Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan brigade damkar dan sebuah pesawat kargo yang membawa dua Ember Bambi ke Chili, yang dimana pesawat tersebut dapat membantu memadamkan api dari udara.

Spanyol, Meksiko, dan negara-negara Amerika Latin lainnya, diketahui juga telah mengirimkan petugas damkar serta para ahli untuk membantu melakukan pemadaman.

Menurut para pejabat Chili, kebakaran diakibatkan oleh perubahan iklim yang menyebabkan suhu menjadi naik. Para ilmuwan juga telah memberikan peringatan bahwa krisis iklim, yang berasal dari aktivitas manusia seperti emisi gas rumah kaca, dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana alam, termasuk kebakaran hutan hingga badai.

Menteri Dalam Negeri Chili, Carolina Toha, di awal bulan ini mengatakan bahwa, “evolusi perubahan iklim menunjukkan kepada kita lagi dan lagi bahwa hal ini memiliki sentralitas dan kapasitas untuk menyebabkan dampak yang harus kita internalisasikan lebih banyak lagi.”

“Chili adalah salah satu negara dengan kerentanan tertinggi terhadap perubahan iklim dan ini bukan teori melainkan pengalaman praktis,” tambahnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today