Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Wilayah Jayapura, Sekitar 1.000 Gempa Telah Terjadi Sejak Awal Tahun

Telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,2 di Jayapura, Papua, BMKG mengungkapkan, lebih dari 1.000 gempa telah terjadi sejak awal tahun. (Photo: BMKG)
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Pada hari Kamis, telah terjadi gempa dengan magnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah di sekitar Jayapura, Papua. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak awal Januari 2023, lebih dari 1.000 gempa yang telah melanda Jayapura, Papua.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Dwikorita Karnawati, selaku Kepala BMKG, memberikan pernyataan dalam konferensi pers yang dilakukan secara online pada Kamis sore, mengatakan bahwa dalam periode 2 Januari hingga hari Kamis, sekitar 1.079 gempa telah terjadi di Jayapura, Papua.

Dwikorita mengatakan, “jadi ini bukan satu-satunya gempa yang telah terjadi, di Jayapura sudah ada 1.079 kejadian gempa, yang dimana 132 kali dirasakan oleh masyarakat.”

Dwikorita juga menambahkan, “kejadian gempa yang terjadi di wilayah Jayapura ini sudah sering akibat dari kondisi batuan di wilayah tersebut merupakan tipe batuan rapuh, sehingga mengakibatkan sangat sensitif bergetar.”

Selain tipe batuan yang rapuh, Dwikorita juga mengatakan adanya pelepasan energi yang terjadi secara perlahan-lahan. “Pelepasan energi itu pelepasannya tidak bisa seketika langsung selesai. Jadi terdapat beberapa porsi energi yang masih tertahan dan akan terlepas selama beberapa kali sesuai dengan kerapuhan batuan tadi,” ungkap Dwikorita.

Gempa bumi yang terjadi di Jayapura, akibat wilayah tersebut memiliki batuan rapuh, sehingga rawan pergeseran. (Photo: okezone.com/Dimas Choirul)

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa wilayah gempa di Jayapura merupakan kawasan rawan pergeseran dikarenakan kondisi dari batuan yang rapuh.

Daryono mengatakan, “banyak sekali gempa yang terjadi di Jayapura, hal ini menunjukkan bahwa batuan di wilayah tersebut sangat rapuh sehingga gempa dapat terjadi.”

“Kedalaman gempa bumi relatif dangkal, yang dimana pembentukan batuan tidak sekompak pada kedalaman puluhan ratusan kilometer. Sehingga sangat mudah pergerakan itu sangat mudah mengalami getaran-getaran tadi,” tambah Daryono.

Menurut Daryono, terdapat perbedaan mekanisme sumber pada gempa bumi di tanggal 2 Januari dan hari Kamis. Menurutnya, gempa yang terjadi pada 2 Januari lalu memiliki mekanisme sumber gempa akibat sesar naik, sedangkan untuk gempa di hari Kamis, mempunyai mekanisme geser, yang dimana hal tersebut memicu potensi gerakan sesar lain di titik gempa.

Tetapi, Daryono mengungkapkan bahwa gempa di wilayah Jayapura lambat laun semakin stabil dan berkurang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today