Pada hari Senin, menurut para pejabat Turki dan Suriah, telah terjadi gempa susulan yang melanda Turki dengan kekuatan 6,3 SR, mengakibatkan tewasnya tiga orang dan sekitar ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.
Gempa susulan ini terjadi dua minggu setelah gempa bumi dahsyat yang menewaskan puluhan ribu orang mengguncang kedua negara tersebut.
Dilansir dari edition.cnn.com, Badan Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) pada hari Senin, menyampaikan bahwa gempa susulan ini terjadi di wilayah provinsi Hatay, Turki selatan, dekat dengan perbatasan Suriah.
Suleyman Soylu, Menteri Dalam Negeri Turki, menyatakan bahwa pusat gempa terletak di distrik Defne, dan sejak gempa dahsyat tersebut, dilaporkan telah terjadi 26 gempa susulan.
Di dalam kota Antakya, Hatay, Turki Selatan, ratusan petugas penyelamat membantu para korban dan melakukan pencarian terhadap korban-korban yang kemungkinan masih terperangkap hingga hari Selasa pagi, beberapa petugas dikabarkan tidur di atas puing-puing bangunan dan berada di dekat api agar tetap hangat, serta petugas lainnya bertahan di dalam kondisi yang dingin untuk membantu melakukan pemindahan terhadap reruntuhan bangunan yang berat.

Sedangkan di wilayah barat laut Suriah, kelompok sukarelawan Helm Putih, melaporkan bahwa akiabt gempa susulan tersebut, sekitar 130 orang mengalami luka-luka dan menyebabkan beberapa bangunan runtuh.
Kelompok penyelamat sukarelawan itu mengatakan, “tim kami bekerja untuk membawa korban luka-luka ke rumah sakit, memeriksa desa-desa dan kota-kota yang terkena dampak, dan menyingkirkan reruntuhan untuk membuka jalan bagi ambulans.”
The United States Geological Survey (USGS), sebelumnya mengungkapkan bahwa gempa susulan tersebut memiliki kekuatan sebesar 6,4 SR di kedalaman 10 kilometer yang akhirnya direvisi menjadi 6,3 SR.
Fuat Oktay, yang merupakan Wakil Presiden Turki, menyampaikan agar para warga “untuk tidak memasuki bangunan yang rusak, terutama untuk mengambil barang-barang mereka.”
Fahrettin Koca, selaku Menteri Kesehatan Turki, memberikan pernyataan melalui Twitter bahwa 18 korban yang mengalami luka-luka berada dalam kondisi serius dan telah dibawa ke Adana dan Dortyol.
“Saya berharap para korban luka, pasien, masyarakat setempat dan seluruh rakyat di negara kita segera sembuh. Semoga Allah meringankan penderitaan kita dengan kesehatan dan kesejahteraan, dan melindungi kita dari rasa sakit dan kekhawatiran baru,” ujar Koca.






