Puluhan Mayat Terdampar di Pantai Italia, Diyakini Imigran dari Pakistan, Afghanistan, dan Sri Lanka

Setidaknya terdapat 59 orang tewas setelah sebuah kapal migran karam di lepas pantai timur wilayah Calabria, Italia. (Photo: Evening Standards/Tammy Hughes)
0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Puluhan mayat terdampar di lepas pantai Kota Crotone, Italia, di wilayah selatan Calabria. Mayat-mayat ini ditemukan tak jauh dari kapal yang karam di sekitar wilayah itu. Otoritas penjaga pantai di Italia mencatat ada 43 mayat yang sudah ditemukan sejauh ini. Selain itu, ada juga 80 orang yang telah berhasil diselamatkan dalam satu kapal yang karam di wilayah Pesisir Italia tersebut.

Para korban kapa karam ini mereka sebut sebagai migran dan pengusi. Otoritas penjaga pantai Italia mengatakan di Twitter bahwa operasi penyelamatan sedang berlangsung. Dilansir Aljazeera, Kantor berita Italia, Agenzia Nazionale Stampa Associata (ANSA), melaporkan pencarian korban selamat kapal karam itu terus berlanjut meski terjadi badai laut hingga kini.

Sementara itu, kantor berita Agenzia Giornalistica Italia atau AGI mengutip pernyataan seorang tim penyelamat yang mengatakan bahwa kapal yang penuh sesak itu terbelah akibat dihantam gelombang dahsyat. TV pemerintah Italia mengungkapkan kapal itu membawa lebih dari 100 migran dan pengungsi dari Pakistan, Afghanistan, dan Sri Lanka.

Tim penyelamat menemukan mayat setelah sebuah kapal yang diduga perahu migran karam dan mayat yang diyakini sebagai pengungsi ditemukan di Cutro, pantai timur wilayah Calabria, Italia, Italia, 26 Februari 2023. (Photo: REUTERS/Giuseppe Pipita)

Mereka terhempas ombak di Laut Ionia saat fajar hari ini. Juru bicara petugas pemadam Italia, Luca Cari mengatakan, menjelang tengah hari, sekitar 40 orang yang selamat telah ditemukan. Luca yang terlibat dalam upaya penyelamatan berujar, beberapa orang yang selamat berhasil mencapai pantai dengan usaha sendiri. Aljazeera menegaskan, belum jelas dari mana kapal itu berangkat, tetapi kapal berisi migran dan pengungsi yang tiba di Calabria biasanya berangkat dari pantai Turki atau Mesir.

Tragedi itu terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah sayap kanan Italia mendorong melalui parlemen sebuah undang-undang baru yang kontroversial tentang penyelamatan pengungsi dan migran. Undang-undang memaksa kapal penyelamat untuk melakukan hanya satu upaya penyelamatan pada satu waktu, yang menurut para kritikus berisiko meningkatkan jumlah orang yang tenggelam di Mediterania tengah.

Perdana Menteri sayap kanan Giorgia Meloni yang terpilih September lalu telah mengungkapkan janji politiknya untuk membendung arus pengungsi dan migran sebelum mencapai bibir pantai Italia.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, dia mengungkapkan “kesedihan yang mendalam” atas insiden tersebut dan “banyak nyawa manusia yang dipersingkat oleh perdagangan manusia”. Setidaknya sudah 2.836 orang tercatat meninggal saat melintasi Mediterania Tengah pada 2022, sebuah rute yang dianggap sebagai penyeberangan migran paling berbahaya di dunia. (Ukhti Muthi’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today