Studi Baru Mengungkapkan, Pola Tidur Yang Baik dan Berkualitas Dapat Menambah Usia Seseorang

Sepasang studi menunjukkan bahwa tidur yang baik dan berkualitas dapat menurunkan risiko seseorang mengalami serangan jantung. (Photo: Pexels.com/Acharaporn Kamornboonyarush)
0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

Minggu lalu, telah dirilis sepasang studi dalam sebuah konferensi kardiologi terkemuka, yang menunjukkan bahwa walaupun insomnia dapat meningkatkan risiko terkenanya serangan jantung, tetapi, kebiasaan tidur yang baik dan berkualitas tinggi secara konsisten dapat menambah usia seseorang.

Dilansir dari nbcnews.com, menurut analisis baru di dalam studi yang dipresentasikan pada hari Jumat, di konferensi tahunan American College of Cardiology, mengungkapkan bahwa orang yang mengalami insomnia, memiliki kemungkinan sebesar 69% mengalami serangan jantung, dibandingkan dengan mereka yang memiliki jam tidur berkualitas.

Studi yang dilakukan oleh sebuah tim peneliti profesional ini, meneliti terkait hubungan antara insomnia dan serangan jantung melalui data lebih dari 1 juta orang dewasa yang berasal dari enam negara, dan rata-rata berusia 52 tahun.

Para individu tersebut dikategorikan mengalami insomnia apabila mereka memiliki satu dari tiga gejala, seperti kesulitan untuk tidur, kesulitan untuk tetap tertidur, dan terbangun terlalu dini di pagi hari.

Gejala-gejala itu harus muncul setidaknya selama tiga hari dalam seminggu selama kurun waktu tiga bulan. Rata-rata dalam sembilan tahun masa tindak lanjut, individu yang memiliki kebiasaan tidur selama lima jam atau kurang, memiliki kemungkinan sebesar 56% risiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung, dibandingkan dengan individu yang mendapatkan tidur delapan jam per malam, tanpa memandang jenis kelamin maupun usia.

Menurut penelitian baru ini, orang yang mengalami insomnia, memiliki kemungkinan sebesar 69% mengalami serangan jantung, dibandingkan dengan mereka yang memiliki jam tidur berkualitas. (Photo: Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menurut pernyataan dari penulis pertama dalam penelitian tersebut, Yomna E. Dean, yang merupakan seorang mahasiswa kedokteran di Alexandria University, Alexandria, Mesir, mengatakan bahwa para peneliti berharap agar penelitian ini dapat meningkatkan “kesadaran akan pentingnya tidur dalam menjaga kesehatan jantung.”

Dean menyatakan, “banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya hal itu.” Ia juga menambahkan bahwa, “beberapa orang mungkin tidak menderita insomnia, tapi mereka kurang tidur karena pilihannya sendiri.” “Hal tersebut merupakan hal yang umum saat ini. Temuan ini berlaku untuk semua orang yang tidur lima jam atau kurang dalam semalam.”

Menurut Dr Sanjay Patel, selaku direktur Pusat Penelitian Hasil Tidur dan Kardiovaskular di Universitas Pittsburgh, diperkirakan 10% orang Amerika telah mengalami beberapa bentuk insomnia, yang dimana hal tersebut lebih sering dialami oleh wanita.

“Setidaknya sebagian alasannya mungkin karena dua faktor risiko paling umum untuk insomnia adalah kecemasan dan depresi, yang keduanya lebih sering terjadi pada wanita,” ujar Patel.

Penelitian kedua yang disampaikan dalam konferensi tersebut berfokus pada kualitas tidur. Para peneliti menemukan bahwa kebiasaan tidur yang baik dan berkualitas memiliki manfaat bagi jantung dan kesehatan secara keseluruhan. Para peneliti juga mengungkapkan bahwa 8% kematian disebabkan oleh apa pun yang berkaitan dengan pola tidur yang buruk.

Patel mengatakan bahwa stres sering menjadi permasalahan utama dari serangan insomnia jangka pendek. Menurut Patel, bagi beberapa orang, stres jangka pendek telah “mengambil kehidupannya sendiri”.

“Kemudian, tidak bisa tidur menjadi stres yang baru. Semakin Anda mengkhawatirkannya, semakin sulit untuk tertidur. Saya sedikit khawatir bahwa penelitian ini dapat memperburuk insomnia bagi sebagian orang yang akan khawatir bahwa jika mereka tidak dapat tidur lebih banyak, mereka akan mengalami serangan jantung,” tambah Patel.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today