Honor, Sebuah Perusahaan Spin-Off Huawei, Tengah Membidik Samsung Dengan Ponsel Lipat Miliknya

George Zhao, selaku CEO dari perusahaan smartphone Honor, mengungkapkan strategi dari perusahaan miliknya agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Apple dan Samsung. (Photo: CNBC/Arjun Kharpal)
0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

George Zhao, selaku CEO dari perusahaan smartphone Honor, dalam sebuah wawancara mengungkapkan strategi dari perusahaan miliknya agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Apple dan Samsung, dan Zhao memberikan petunjuk terkait adanya ponsel lipat baru di masa depan.

Dilansir dari cnbc.com, Zhao menepis kekhawatiran tentang perusahaannya, yang telah berpisah dengan Huawei, memiliki potensi untuk terkena sanksi dari Amerika Serikat, yang dimana sanksi tersebut telah melumpuhkan bisnis dari mantan perusahaan induknya.

Diketahui minggu ini di luar China, Honor telah merilis produk terbarunya, yaitu ponsel lipat Magic Vs yang dibanderol dengan harga sekitar hampir Rp 26 juta. Selain ponsel lipat Magic Vs, Honor juga merilis produk ponsel flagship miliknya yaitu, Magic5 Pro.

Di bawah Huawei, Honor diketahui memiliki fokus untuk memproduksi smartphone kelas menengah. Tetapi, saat ini perusahaan tersebut tengah memasuki pasar kelas atas, yang dimana pasar tersebut telah didominasi oleh Apple dan Samsung.

Diketahui minggu ini di luar China, Honor telah merilis produk terbarunya, yaitu ponsel lipat Magic Vs yang dibanderol dengan harga sekitar hampir Rp 26 juta. (Photo: CNBC/Arjun Kharpal)

Zhao memahami tantangan yang tengah dihadapi Honor dalam upayanya untuk memasuki pasar kelas atas itu, dan mengambil pendekatan secara hati-hati untuk pertumbuhan.

Zhao mengungkapkan, “ambisi kami [adalah] melakukan hal-hal yang lebih baik untuk hari ini, dan di masa depan, kami memiliki target bagaimana memuaskan pelanggan kami. Dan juga bagaimana membangun kepercayaan dan hubungan dengan para mitra kami. Dan dua hal ini, [jika] kita membuat ini menjadi sehat, maka pertumbuhan, target, angka penjualan akan datang dengan sendirinya.”

“Jika Anda hanya mengejar volume yang lebih tinggi, pada akhirnya Anda akan kehilangannya,” tambah Zhao.

Dilaporkan Honor baru mengeluarkan ponsel pertamanya di luar China pada tahun lalu setelah dijual dari Huawei di tahun 2020, dan menjadi waktu yang sulit bagi Honor untuk terjun ke pasar smartphone.

Menurut data Canalys, pada tahun 2022, dilaporkan pengiriman smartphone tengah turun ke level terendah sejak 2013. Tetapi, smartphone kelas atas, yang memiliki harga lebih dari Rp 12,2 juta, telah menyumbang sekitar 18% dari total pasar handset di tahun 2022, yang sebelumnya sebesar 11% di tahun 2020.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today