Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Hebat Yang Melahap Kamp Rohingya di Bangladesh

Kebakaran hebat telah melahap sebuah kamp pengungsi Rohingya di distrik selatan Cox's Bazar, Bangladesh, sekitar 12.000 orang harus kehilangan tempat tinggal. (Photo: Getty Images/Mohammad Shajahan via CNN)
0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Pada hari Minggu, telah terjadi kebakaran hebat yang melahap sebuah kamp pengungsi Rohingya di distrik selatan Cox’s Bazar, Bangladesh. Berdasarkan pernyataan Mohammad Mahfuzul Islam, selaku Inspektur Polisi setempat, kepada CNN bahwa akibat kebakaran tersebut, sekitar 12.000 orang telah kehilangan tempat tinggal.

Dilansir dari edition.cnn.com, Islam mengungkapkan bahwa setelah dilakukannya pengecekkan di kamp pengungsi Kutupalong pada Minggu sore, sekitar 2.000 gubuk dilaporkan telah hangus terbakar sebelum akhirnya kebakaran tersebut berhasil dihentikan.

Islam menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat insiden itu, dan ia juga menambahkan bahwa penyebab dari kebakaran ini belum diketahui, tetapi, saat ini investigasi tengah dilakukan.

Berdasarkan pernyataan dari Islam, pihak berwenang tengah bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan internasional dan lokal untuk memberikan persediaan makanan dan tempat penampungan sementara bagi mereka yang telah kehilangan tempat tinggal.

“Kami akan memastikan tidak ada yang tidur di bawah langit terbuka. Semua orang akan mendapatkan tempat tinggal sementara,” ungkap Islam, dengan beberapa pusat komunitas dan masjid yang menyediakan tempat penampungan bagi mereka yang terdampak akibat kebakaran tersebut.

Badan pengungsi PBB UNHCR, melalui Twitter pada hari Minggu, mengatakan bahwa 90 fasilitas termasuk di antaranya adalah rumah sakit dan beberapa pusat pembelajaran terbakar.

Badan pengungsi tersebut menyampaikan dalam postingan Twitter lainnya, “relawan pengungsi Rohingya yang dilatih untuk memadamkan api & dinas pemadam kebakaran setempat telah mengendalikan api.”

Sekitar 2.000 gubuk dilaporkan telah hangus terbakar sebelum akhirnya kebakaran tersebut berhasil dihentikan. (Photo: AP Photo/Mahmud Hossain Opu via CNN)

Save the Children, yang merupakan sebuah organisasi kemanusiaan, menyampaikan bahwa kebakaran di hari Minggu adalah “pengingat yang mengerikan bahwa anak-anak yang terjebak di kamp-kamp di Cox’s Bazar menghadapi masa depan yang suram.”

Organisasi kemanusiaan itu menyatakan, “kebakaran besar hari ini telah merampas keselamatan banyak keluarga dan sedikit harta benda yang mereka miliki.”

“Mereka terus bergulat dengan pendidikan yang tidak memadai, terkait dengan tingkat malnutrisi, kekerdilan, pernikahan anak, dan pekerja anak,” tambah organisasi tersebut.

Organisasi Migrasi Internasional milik PBB (IOM) yang terletak di Bangladesh, memberikan pernyataan di media sosial bahwa “mereka sedang menilai kebutuhan orang-orang untuk memberikan bantuan.”

Kebakaran hebat yang terjadi di hari Minggu, merupakan salah satu kebakaran terbesar dari beberapa insiden kebakaran yang pernah terjadi di kamp tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Sekitar 1 juta anggota minoritas Muslim Rohingya harus tinggal di sebuah tempat yang dianggap sebagai salah satu kamp pengungsian terbesar di dunia, setelah melarikan diri dari kampanye brutal seperti pembunuhan dan pembakaran yang dilakukan oleh militer Myanmar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today