Kerusakan Akibat Gempa Yang Mencapai Rp 552 Triliun Ini, Dapat Merugikan Erdogan Dalam Pemilu Yang Akan Datang

Diketahui akibat gempa bumi hebat di Turki, menyebabkan kerusakan langsung yang diperkirakan mencapai Rp 522 triliun. (Photo: Getty Images/Burak Kara via CNN)
0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Menurut Bank Dunia, gempa bumi hebat yang mengguncang Turki pada tanggal 6 Februari lalu, yang menewaskan sekitar 45.000 orang, serta membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal di hampir seluruh kota, diketahui telah menyebabkan kerusakan langsung yang diperkirakan mencapai Rp 522 triliun, atau sekitar 4% dari hasil ekonomi tahunan Turki.

Tetapi, kerugian dan kerusakan tidak langsung akibat gempa tersebut diperkirakan bisa mencapai angka yang jauh lebih besar, dan pemulihannya tidak akan mudah serta membutuhkan waktu yang lama.

Dilansir dari edition.cnn.com, menurut perkiraan dari Konfederasi Perusahaan dan Bisnis Turki, total dari biaya gempa itu mencapai Rp 1.200 triliun, dengan biaya terbesarnya merupakan biaya perumahan yang mencapai Rp 1.000 triliun, dan pendapatan nasional yang hilang sekitar Rp 159 triliun, serta hari kerja yang telah hilang sebesar Rp 44 triliun.

Menurut perkiraan dari Konfederasi Perusahaan dan Bisnis Turki, total dari biaya gempa itu mencapai Rp 1.200 triliun, dengan biaya terbesarnya merupakan biaya perumahan yang mencapai Rp 1.000 triliun. (Photo: AFP via middleeasteye.net)

Arda Tunca, yang merupakan seorang ekonom di Istanbul, mengatakan di PolitikYol bahwa, “Saya tidak ingat, bencana ekonomi pada tingkat ini dalam sejarah Republik Turki.”

Dilaporkan bahwa perekonomian Turki tengah melambat bahkan sebelum terjadinya gempa bumi ini. Berdasarkan kutipan dari CNN, kebijakan-kebijakan moneter pemerintah yang tidak lazim mengakibatkan terjadinya inflasi yang melonjak, membuat ketimpangan pendapatan dan krisis mata uang yang menyebabkan lira telah kehilangan 30% nilai terhadap dolarnya tahun lalu.

Namun, ekonomi Turki telah tumbuh sebesar 5,6 % tahun lalu. Para ekonom mengungkapkan bahwa kelemahan-kelemahan struktural di bidang perekonomian ini akan semakin bertambah buruk dikarenakan gempa bumi tersebut menjadi penentu terkait alur dari pemilihan umum presiden dan parlemen yang akan dilaksanakan pada pertengahan Mei.

Tetapi, Tunca menambahkan bahwa walaupun kerusakan fisik yang diakibatkan oleh gempa bumi sangat besar, kerugian terhadap PDB Turki tidak terlalu parah bila dibandingkan dengan gempa bumi hebat di tahun 1999 yang terjadi di wilayah Izmit, menghancurkan pusat industri Turki dan menewaskan sekitar 17.000 jiwa.

Menurut Selva Demiralp, seorang profesor ekonomi di KOC University, Istanbul, mengatakan bahwa, “pertumbuhan ekonomi akan melambat pada awalnya, namun saya tidak memperkirakan adanya ancaman resesi akibat gempa bumi.”

Ia juga menambahkan, “saya tidak memperkirakan dampaknya terhadap pertumbuhan (ekonomi) akan lebih dari 1 sampai 2 (persentase) poin.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today