Dalam Pembicaraan di Beijing, Arab Saudi dan Iran Telah Bersepakat Untuk Membangun Kembali Hubungan

Arab Saudi dan Iran telah sepakat untuk membangun kembali hubungan diplomatik serta membuka kembali kedutaan besar dari kedua negara tersebut. (Photo: brecorder.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Berdasarkan pernyataan dari media pemerintah Arab Saudi dan Iran, dilaporkan Arab Saudi dan Iran telah sepakat untuk membangun kembali hubungan diplomatik serta membuka kembali kedutaan besar dari kedua negara tersebut dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

Dilansir dari Aljazeera.com, dikabarkan kesepakatan itu diperoleh pada hari Jumat dalam sebuah pembicaraan di Beijing.

Media pemerintah Iran telah membagikan postingan gambar dan video dari sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, bersama dengan Musaad bin Mohammed al-Aiban, selaku penasihat keamanan nasional Saudi, dan diplomat paling senior di China, Wang Yi.

Menurut laporan dari televisi pemerintah Iran, “setelah menerapkan keputusan tersebut, menteri luar negeri kedua negara akan bertemu untuk mempersiapkan pertukaran duta besar.”

Musaad bin Mohammed al-Aiban, selaku penasihat keamanan nasional Saudi, bersama dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, dan diplomat paling senior di China, Wang Yi. (Photo: Vox.com)

Media Iran menayangkan sebuah cuplikan yang dimana Wang memberikan “ucapan selamat sepenuh hati” atas “kebijakan” dari kedua negara tersebut.

Wang mengatakan, “kedua belah pihak telah menunjukkan ketulusan.” Ia juga menambahkan bahwa, “China mendukung penuh perjanjian ini.”

The Saudi Press Agency, memberikan konfirmasi terkait perjanjian tersebut pada saat merilis pernyataan bersama dari Arab Saudi dan Iran, yang menyatakan bahwa kedua negara itu telah sepakat untuk saling menghormati kedaulatan negara dan tidak mencampuri urusan yang terjadi di dalam negeri masing-masing.

Di dalam pernyataan itu juga mengungkapkan bahwa Riyadh bersama dengan Teheran telah bersepakat untuk mengaktifkan kembali perjanjian kerjasama kamanan yang ditandatangani di tahun 2001.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Riyadh, Teheran, dan Beijing “menyatakan keinginan mereka untuk mengerahkan semua upaya untuk meningkatkan perdamaian dan keamanan regional dan internasional.”

IRNA, kantor berita pemerintah Iran, mengutip Shamkhani yang mengatakan bahwa pembicaraan di Beijing “jelas, transparan, komprehensif, dan konstruktif.”

Menurut pernyataan Shamkhani yang dikutip IRNA, “menghilangkan kesalahpahaman dan pandangan yang berorientasi pada masa depan dalam hubungan antara Teheran dan Riyadh pasti akan mengarah pada peningkatan stabilitas dan keamanan regional serta peningkatan kerjasama di antara negara-negara Teluk Persia dan dunia Islam untuk menangani tantangan-tantangan yang ada.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today