Gunung Merapi Erupsi, Warga Diperingatkan Untuk Jaga Jarak Sejauh 7 Km dari Puncak Gunung

Gunung Merapi telah mengeluarkan awan guguran panas, dan para warga yang tinggal di sekitar wilayah Merapi, diperingatkan agar menjaga jarak 7 km dari puncak gunung. (Photo: inet.detik.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Pada hari Sabtu siang, Gunung Merapi dikabarkan telah mengeluarkan awan guguran panas, dan para warga yang tinggal di sekitar wilayah Merapi, diperingatkan agar menjaga jarak 7 km dari puncak gunung.

Mengutip dari akun Twitter milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, “terjadi awan panas guguran di #Merapi, 11 Maret 2023, pukul 12.12 WIB, yang mengarah ke Kali Bebeng/Krasak.” Diketahui radius bahaya telah ditetapkan dengan jauh sekitar 7 km dari puncak Merapi.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, dilihat dari rekaman video CCTV Tunggularum-Sleman pada pukul 12.12 WIB yang dibagikan oleh BPPTKG, erupsi yang keluar dari Merapi terlihat signifikan.

Rekaman visual BBPTKG memperlihatkan gunung yang telah dipantau dengan jelas hingga kabut 0-II. Dilaporkan asap kawah dengan tekanan yang lemah terlihat berwarna putih dan berintensitas sedang serta memiliki ketinggian 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah.

Sementara itu, satu kali guyuran lava yang memiliki jarak luncur 1.500 meter ke barat daya dan suara guguran dua kali berintensitas sedang, terpantau dari Pos Babadan. Menurut BPPTKG, “arah angin saat ini mengarah ke barat, barat laut hingga utara. Para warga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.”

Hingga saat ini, berdasarkan laporan dari evaluasi Badan Geologi, status Merapi masih ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”. (Photo: Twitter.com/TRCBPBDDIY via hariane.com)

BPPTKG juga memantau status dari kegempaan, meliputi jumlah guguran terpantau 9, amplitudo 4-11 mm, serta durasi 43.9-96.6 detik. Menurut laporan dari BPPTKG, potensi bahaya yang terjadi saat ini adalah guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong maksimal sejauh 5 km, dan Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal sejauh 7 km.

Untuk di sektor tenggara, meliputi Sungai Woro dengan jarak maksimal sejauh 3 km serta Sungai Gendol maksimal sejauh 5 km, dan terkait dengan lontaran material vulkanik, apabila terjadi sebuah letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius sejauh 3 km dari puncak.

Awan panas guguran diketahui telah memicu abu vulkanik ke arah barat laut-utara. Melalui telepon, Yulianto, selaku seorang petugas di Pos Babadan, mengungkapkan bahwa Pos Babadan mulai terkena dampak dari abu vulkanik dengan intensitas cukup tebal.

“Kalau APG-nya mengarah ke Barat Daya, ke kali Bebeng dan Krasak. Tapi, kalau abu vulkaniknya mengarah ke barat laut-utara. Karena faktor angin, ya,” ungkap Yulianto. “Kalau Pos Babadan saat ini sudah pasti terkena dampak APG. Ini cukup tebal,” tambah Yulianto.

Yulianto juga menyampaikan bahwa ia telah menerima laporan terkait lokasi-lokasi yang ikut terkena dampak dari abu vulkanik itu, seperti Desa Mangunsuko, Desa Dukun, Desa Paten, dan Desa Sengi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Selanjutnya ada Desa Wonolelo dan Desa Krogowanan di Kabupaten Magelang, serta Desa Klakah dan Desa Tlogolele di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Pihak dari Yulianto bersama dengan BPPTKG, akan memberikan rekomendasi untuk masyarakat sekitar agar dapat segera mengungsi jika wilayah awan panas guguran yang disertai abu vulkanik berkembang dalam beberapa event, dan dengan jarak lebih jauh dari 7 km.

Yulianto mengatakan, “ini kan baru terpantau satu kali event. Terjadi sekitar 5-6 kali guguran. Kalau cakupannya terus berkembang dan jaraknya lebih jauh dari 7 km, terdapat kemungkinan yang besar akan ada rekomendasi untuk para warga agar mengungsi.”

Hingga saat ini, berdasarkan laporan dari evaluasi Badan Geologi, status Merapi masih ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today