Fumio Kishida, selaku Perdana Menteri Jepang, dikabarkan tengah dalam perjalanan menuju Kyiv menggunakan kereta api, yang dimana hal ini dilakukan oleh Kishida untuk melakukan perbincangan dengan Volodymyr Zelenskyy, yang merupakan Presiden Ukraina.
Perjalanan Kishida ini bertepatan dengan pertemuan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden China, Xi Jinping ke Moskow.
Dilansir dari Aljazeera.com, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Jepang pada hari Selasa, Kishida akan “menunjukkan rasa hormat kepada keberanian dan kesabaran rakyat Ukraina yang berdiri membela tanah air mereka di bawah kepemimpinan Presiden Zelenskyy, dan menunjukkan solidaritas dan dukungan yang tak tergoyahkan bagi Ukraina sebagai kepala Jepang dan ketua G-7,” pada saat ia melakukan kunjungan ke Ukraina.
Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa Kishida akan memperlihatkan “penolakan mutlak terhadap perubahan sepihak Rusia terhadap status quo melalui invasi dan kekerasan, dan untuk menegaskan komitmennya untuk mempertahankan tatanan internasional yang berbasis aturan.”

Di lain sisi, Xi Jinping, selaku Presiden China, telah berada di Moskow pada hari Senin, yang dimana ia disambut dengan hangat oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Kedua pemimpin tersebut diketahui telah menggelar sebuah perbincangan informal yang berlangsung kurang lebih sekitar empat setengah jam dan direncanakan untuk bertemu dalam diskusi formal pada hari Selasa.
Dalam upayanya untuk mengakhiri perang di Ukraina, Xi telah mengajukan 12 poin proposal China, yang dimana kemungkinan besar proposal tersebut akan mendominasi perbincangan. Laporan lain mengungkapkan bahwa Xi akan mengadakan pertemuan virtual dengan Zelensky setelah pertemuan di Moskow.
Dilaporkan bahwa Kishida selaku pemimpin KTT G7 pada bulan Mei mendatang, merupakan satu-satunya pemimpin dari kelompok tersebut yang belum berkunjung ke Ukraina dan berada di bawah tekanan untuk melakukannya di dalam negeri.
Kishida menyampaikan di bulan Januari lalu bahwa KTT G7, yang akan digelar di Horshima, harus memperlihatkan kemauan untuk menegakkan tatanan internasional dan supremasi hukum yang kuat setelah invasi Rusia ke Ukraina di bulan Februari 2022.
Dikarenakan keterbatasan konstitusi pasifis Jepang, perjalanan dari perdana menteri telah diatur secara rahasia. Kunjungan Kishida dilakukan hanya selang beberapa jam setelah ia bertemu dengan Narendra Modi, yang merupakan Perdana Menteri India, di New Delhi, India.







