Dilaporkan bahwa setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan bahwa Rusia akan meletakkan senjata nuklir taktis di Belarus, NATO beri kritikan terhadap pernyataan tersebut dengan menyebutnya sebagai retorika nuklir yang “berbahaya dan tidak bertanggung jawab”.
Dilansir dari Aljazeera.com, pada hari Sabtu, Putin mengungkapkan bahwa peletakkan tersebut mirip seperti langkah yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat, yang dimana pihaknya telah menyimpan senjata semacam itu di beberapa pangkalan yang terletak di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki, sebuah analogi yang disebut para sekutu Barat sebagai “menyesatkan”.
Dengan meningkatnya kekhawatiran akan adanya perang nuklir sejak Rusia meluncurkan invasinya ke Ukraina pada Februari 2022, para ahli mempercayai bahwa setiap serangan yang dilakukan oleh Rusia memiliki kemungkinan besar akan melibatkan senjata medan perang dengan ukuran kecil, yang dideskripsikan sebagai “taktis”, dan bukan senjata nuklir jarak jauh bertenaga tinggi yang memiliki sifat strategis.
Dikabarkan bahwa Ukraina telah meminta diadakannya pertemuan darurat dengan Dewan Keamanan PBB yang dilakukan untuk melawan “pemerasan nuklir” Rusia.
Pada hari Minggu, kementerian luar negeri Ukraina mengungkapkan bahwa, “Ukraina mengharapkan tindakan yang efektif untuk melawan pemerasan nuklir Kremlin dari Inggris, China, Amerika Serikat, dan Perancis.”
Kementerian tersebut juga menambahkan, “kami menuntut agar pertemuan luar biasa Dewan Keamanan PBB segera diadakan untuk tujuan ini.”

Dengan juru bicara Oana Lungescu, NATO ikut memberikan kritiknya kepada Rusia, mengatakan, “referensi Rusia terhadap pembagian nuklir NATO benar-benar menyesatkan. Sekutu NATO bertindak dengan penuh rasa hormat terhadap komitmen internasional mereka.”
Lungescu juga memberikan kecaman terhadap pengumuman Rusia tersebut, dan meyebutnya sebagai pengumuman yang “berbahaya dan tidak bertanggung jawab.”
Tetapi, Lungescu juga menyampaikan bahwa para sekutu Barat belum “melihat adanya perubahan dalam postur nuklir Rusia yang akan membuat kami menyesuaikan diri”.
Putin memberikan pengumuman terkait penempatan senjata nuklir taktis milik Rusia di negara tetangga dan sekutunya, Belarus, pada hari Sabtu, “tanpa melanggar perjanjian internasional tentang non-proliferasi nuklir”.
Kementerian Luar Negeri Ukraina memberikan tuduhan ke Rusia dengan mengatakan bahwa Rusia telah melanggar kewajibannya, dan merusak “arsitektur perlucutan senjata nuklir dan sistem keamanan internasional secara umum”.






