Ketakutan Akan Krisis Perbankan Mereda, Harga Minyak Pasar Dunia Naik 4 Persen 

Irak mungkin telah menghentikan ekspor minyak dari wilayah semi-otonom Kurdi melalui Turki. (Photo : DOK. Shutterstock)
0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Pada penutupan perdagangan Senin (27/3/2023) waktu setempat atau Selasa pagi WIB, harga minyak mentah dunia naik 5 persen. Konfirmasi tersebut muncul setelah Irak mungkin telah menghentikan ekspor minyak dari wilayah semi-otonom Kurdi melalui Turki. Selain itu, juga dipengaruhi oleh langkah-langkah yang ditujukan untuk mengatasi kemungkinan krisis perbankan yang mempengaruhi permintaan minyak.  

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent naik 4,17 persen atau 3,13 dollar AS menjadi sebesar 78,12 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah Intermediate West Texas Intermediate (WTI) AS naik 5,24 persen atau 3,63 dollar AS menjadi di level 72,89 dollar AS per barrel. Selama sepekan terakhir, Brent naik 2,8 persen sementara WTI naik 3,8 persen karena kekhawatiran investor tentang sektor perbankan mereda. 

Pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh kondisi geopolitik yang masih memanas. (Photo : Liputan6.com)

“Harga minyak naik lebih tinggi memperpanjang keuntungan dari minggu sebelumnya karena investor mempertimbangkan upaya otoritas untuk menenangkan kekhawatiran mengenai sistem perbankan global,” ujar Fiona Cincotta, Analis Pasar Keuangan Senior di City Index.

Irak memenangkan arbitrase internasional yang akan memotong sekitar setengah persen pasokan minyak dunia, atau 450.000 barel per hari (bpd) ekspor minyak mentah, dari wilayah semi-otonom Kurdi. Di sisi lain di sektor perbankan, First Citizens BancShares Inc. sedang membeli simpanan dan pinjaman dari Silicon Valley Bank (SVB), menutup bab dalam krisis kepercayaan yang telah mengoyak pasar keuangan sejak SVB ambruk dua minggu lalu.  

Sementara itu, ada juga harapan bahwa bank akan menerima dukungan keuangan lebih lanjut setelah pejabat AS dikatakan sedang mempertimbangkan untuk memperluas fasilitas pinjaman darurat dalam waktu dekat. Situasi ini meredakan kekhawatiran pasar.  

Pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh kondisi geopolitik yang masih memanas, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin berencana menggunakan senjata nuklir taktis di Belarus.  

Langkah tersebut merupakan salah satu sinyal nuklir Rusia yang paling terlihat dan pada saat yang sama menjadi peringatan bagi NATO tentang dukungan militernya untuk Ukraina. Dari sisi permintaan, harga minyak mentah juga dipengaruhi pula ekspetasi permintaan yang kuat dari China, negara importir minyak terbesar di dunia.

Maka dari itu, Impor minyak mentah China sudah diperkirakan meningkat 6,2 persen dari tahun lalu menjadi sebanyak 540 juta ton barrel di 2023, menurut perkiraan tahunan oleh unit penelitian China National Petroleum Corp.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today