WWE dan UFC Akan Bergabung Menjadi Sebuah Perusahaan Hiburan Olahraga Baru Senilai Rp 319 Triliun

World Wrestling Entertainment (WWE) dan Ultimate Fighting Championship (UFC) akan bergabung untuk membentuk sebuah perusahaan raksasa di bidang hiburan olahraga yang bernilai sekitar Rp 319 triliun. (Photo: YourNews.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 10 Second

Dikabarkan bahwa World Wrestling Entertainment (WWE) dan Ultimate Fighting Championship (UFC) akan bergabung untuk membentuk sebuah perusahaan raksasa di bidang hiburan olahraga yang bernilai sekitar Rp 319 triliun.

Dilansir dari Aljazeera.com, sebuah perusahaan publik baru diketahui akan menaungi kedua merek tersebut, dan Endeavor Group Holdings Inc, yang merupakan pemilik UFC, akan mengambil 51 persen saham pengendali di perusahaan baru itu, sedangkan para pemegang saham WWE akan mendapatkan 49 persen saham.

Diketahui bahwa kesepakatan itu telah menyatukan dua nama merek terbesar dalam dunia gulat dan hiburan, serta menutup proses penjualan yang telah dilakukan oleh pihak WWE selama berbulan-bulan, di bawah pengawasan salah satu pendiri dan ketua eksekutif, Vince McMahon, yang dimana pada bulan Januari lalu, dirinya telah kembali lagi ke dalam dewan perusahaan.

McMahon dilaporkan akan tetap mempertahankan posisinya di perusahaan baru yang belum mempunyai nama. Perusahaan-perusahaan itu telah memberikan nilai terhadap perusahaan UFC sebesar Rp 180,3 triliun dan perusahaan WWE senilai Rp 138,6 triliun.

Vince McMahon, salah satu pendiri dan ketua eksekutif WWE (kiri), dan Dana White, presiden UFC (kanan), akan bekerja sama dalam perusahaan baru gabungan kedua merek tersebut. (Photo: Getty Images via SportsBrief.com)

Ari Emanuel, selaku CEO Endeavor, memberikan pernyataan di dalam sebuah presentasinya kepada para investor, yang memberikan gambaran kesepakatan ini sebagai “langkah transformasional” untuk Endeavor, bahwa, “ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk menyatukan dua perusahaan olahraga dan hiburan terkemuka.”

Emanuel mengungkapkan bahwa dirinya akan memimpin perusahaan baru tersebut sebagai Chief Executive Officer sekaligus melanjutkan perannya di Endeavor.

Diberitakan bahwa saham WWE telah turun sebesar 4,5 persen di dalam trading, sedangkan untuk Endeavor naik sebesar empat persen.

Berdasarkan pernyataan dari kedua perusahaan tersebut, perusahaan baru ini akan terdaftar di bawah simbol “TKO” dalam Bursa Efek New York.

Endeavor mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjalankan pedoman yang sama seperti yang telah diterapkan kepada UFC, sebuah organisasi seni bela diri terbesar di dunia, meningkatkan efisiensi operasi, menegosiasikan kesepakatan dengan media yang menguntungkan, serta membuat kesepakatan lisensi.

Di bawah kesepakatan yang menurut sumber internal dijuluki sebagai Project Stunner, UFC bersama dengan WWE juga akan memberikan dana tunai kepada perusahaan baru tersebut sehingga perusahaan baru ini diketahui akan memiliki dana hampir Rp 2,2 triliun di dalamnya.

Di bulan Januari, WWE menyampaikan bahwa pihaknya akan mengeksplor opsi-opsi strategis yang dapat meliputi penjualan, sesaat setelah kembalinya McMahon ke dalam WWE.

Diketahui bahwa pada bulan Juli lalu, McMahon telah menyatakan bahwa dirinya pensiun sebagai CEO dan ketua perusahaan menyusul penyelidikan terkait dugaan pelanggaran.

Stephanie McMahon, selaku Co-CEO, yang telah mengambil alih perusahaan sendirian setelah ayahnya keluar, pada bulan Januari, ia mengundurkan diri seminggu setelah Vince McMahon kembali.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today