Sekitar 20 Orang Hilang Akibat Tenggelamnya Sebuah Perahu di Lepas Pantai Tunisia

Seorang pejabat mengungkapkan bahwa sekitar 20 orang hilang setelah sebuah perahu yang berupaya untuk melintasi Mediterania tenggelam di lepas pantai Tunisia. (Photo: AP Photo via ArabNews.pk)
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Seorang pejabat mengungkapkan bahwa sekitar 20 orang hilang setelah sebuah perahu yang berupaya untuk melintasi Mediterania tenggelam di lepas pantai Tunisia.

Dilaporkan bahwa peristiwa itu terjadi di tengah-tengah peningkatan jumlah para pengungsi yang berupaya untuk menjangkau Eropa dengan menggunakan perahu dari Tunisia.

Dilansir dari Aljazeera.com, pada hari Sabtu, Faouzi Masmousdi, yang merupakan seorang hakim pengadilan Sfax, menyampaikan bahwa para penjaga pantai telah berhasil menyelamatkan 17 orang lainnya, yang dimana dua di antaranya tengah dalam kondisi kritis, setelah perahu itu karam di lepas pantai Sfax.

Selama beberapa pekan terakhir, sekitar puluhan orang telah hilang ataupun tewas dalam sejumlah kecelakaan tenggelam di lepas pantai Tunisia.

Diketahui bahwa Tunisia telah berperan sebagai pengganti Libya untuk titik keberangkatan utama bagi orang-orang yang melarikan diri dari kemiskinan dan konflik yang tengah terjadi di Afrika dan Timur Tengah, berharap agar dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Faouzi Masmousdi, seorang hakim pengadilan Sfax, menyampaikan bahwa para penjaga pantai telah berhasil menyelamatkan 17 orang lainnya, yang dimana dua di antaranya tengah dalam kondisi kritis, setelah perahu itu karam di lepas pantai Sfax. (Photo: ANews.com.tr)

Pada hari Jumat, Garda Nasional Tunisia, menyatakan bahwa sekitar lebih dari 14.000 pengungsi, yang dimana sebagian besar pengungsi tersebut merupakan pengungsi dari Afrika sub-Sahara , telah dihadang atau diselamatkan dalam tiga bulan pertama tahun ini pada saat tengah melakukan percobaan untuk menyebrang ke Eropa, lima kali lebih banyak dibandingkan dengan angka yang telah tercatat dalam periode yang sama di tahun lalu.

Antara periode 1 Januari hingga 31 Maret, Garda Nasional Tunisia mengungkapkan bahwa, “patroli penjaga pantai mencegah 501 upaya klandestin untuk menyeberangi perbatasan maritim dan menyelamatkan 14.406 [pengungsi] termasuk 13.138 dari negara-negara Afrika sub-Sahara.”

Sejumlah besar penghadangan tersebut terjadi di lepas pantai provinsi Sfax dan Mahdia, yang jarak pantainya hanya 150 km dari pulau Lampedusa di Italia.

Di hari Jumat, Giorgia Meloni, selaku Perdana Menteri Italia, menyampaikan bahwa Eropa memiliki risiko untuk melihat gelombang besar pengungsi yang akan tiba di pantai-pantai wilayahnya dari Afrika Utara apabila kestabilan keuangan Tunisia tidak dijaga.

Dikabarkan bahwa Meloni telah meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan negara-negara lain agar dapat membantu Tunisia dengan cepat untuk menghindari kejatuhannya.

Nabil Ammar, yang merupakan Menteri Luar Negeri Tunisia, pada minggu lalu berkata bahwa Tunisia tengah memerlukan dana dan peralatan untuk melindungi perbatasannya dengan lebih baik.

Tunisia sudah menerima peralatan dari Italia di tahun-tahun sebelumnya, tetapi, Ammar mengungkapkan bahwa peralatan itu telah usang dan sudah tidak layak.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today