Google Gunakan Tenaga Nuklir Untuk Mengaktifkan Pusat Data AI

Google tandatangani kesepakatan dengan Kairos Power terkait penggunaan reaktor nuklir kecil untuk mengoperasikan pusat data AI. (Source: unsplash.com/Greg Bulla)
0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

Google dikabarkan telah menandatangani kesepakatan terkait penggunaan reaktor nuklir kecil untuk menghasilkan sejumlah besar energi yang dibutuhkan dalam pengoperasian pusat data kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan ini menjelaskan bahwa kesepakatan yang dilakukan dengan Kairos Power akan mulai memanfaatkan reaktor pertama pada dekade ini dan akan membawa lebih banyak reaktor lainnya untuk beroperasi pada tahun 2035.

Dilansir dari bbc.com, kedua perusahaan tersebut tidak memberikan rincian terkait berapa nilai dari kesepakatan tersebut atau di mana pembangkit listrik itu akan didirikan.

Perusahaan-perusahaan teknologi semakin beralih ke sumber energi nuklir dengan tujuan untuk menyediakan pasokan listrik yang digunakan oleh pusat data besar yang mendorong AI.

Kesepakatan yang dilakukan dengan Kairos Power akan mulai memanfaatkan reaktor pertama pada dekade ini dan akan membawa lebih banyak reaktor lainnya untuk beroperasi pada tahun 2035. (Source: bbc.com)

“Jaringan listrik membutuhkan sumber listrik baru untuk mendukung teknologi AI,” kata Michael Terrell, direktur senior energi dan iklim di Google dalam laman bbc.com. Dengan adanya kesepakatan ini dapat membantu mempercepat teknologi baru yang berguna dalam memenuhi kebutuhan energi secara bersih dan andal, serta membuka potensi penuh dari penggunaan AI untuk semua orang.

Kesepakatan yang dilakukan dengan Google “penting untuk mempercepat komersialisasi energi nuklir tingkat lanjut dengan menunjukkan kelayakan teknis dan pasar dari solusi yang sangat penting untuk mendekarbonisasi jaringan listrik,” kata eksekutif Kairos, Jeff Olson dalam laman bbc.com.

Rencana tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari Komisi Regulasi Nuklir Amerika Serikat serta badan-badan lokal sebelum diizinkan untuk dilanjutkan.

Kairos Power telah mendapat izin pertama dalam 50 tahun terakhir dari regulator AS untuk mendirikan reaktor nuklir jenis baru. (Source: medium.com)

Pada tahun lalu, regulator Amerika Serikat telah memberikan izin pertama dalam 50 tahun terakhir kepada Kairos Power, sebuah perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat, untuk mendirikan reaktor nuklir jenis baru. Di bulan Juli, Kairos Power memulai pendirian sebuah reaktor demonstrasi di Tennessee, Amerika Serikat.

Diketahui bahwa perusahaan ini memiliki spesialisasi dalam pengembangan reaktor yang lebih kecil dengan menggunakan garam fluorida cair sebagai pendingin, bukan air, yang di mana hal tersebut digunakan oleh pembangkit nuklir tradisional.

Tenaga nuklir, sebuah tenaga yang hampir bebas karbon dan mampu untuk menyediakan listrik 24 jam sehari, telah menjadi semakin menarik bagi industri teknologi karena berupaya untuk mengurangi emisi walaupun memanfaatkan lebih banyak energi.

Menurut raksasa perbankan Wall Street, Goldman Sachs, konsumsi energi global yang diperlukan pusat data diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada akhir dekade ini.

Dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB yang dilaksanakan tahun lalu, Amerika Serikat bergabung dengan sekelompok negara yang ingin melipatgandakan kapasitas energi nuklir mereka pada tahun 2050 sebagai bagian dari upaya untuk beralih dari bahan bakar fosil.

Tetapi, para pengkritik mengungkapkan bahwa tenaga nuklir tidak bebas risiko dan dapat menghasilkan limbah radioaktif yang tahan lama.

Pada bulan lalu, Microsoft memperoleh kesepakatan untuk memulai kembali operasi di pembangkit listrik Three Mile Island, yang merupakan tempat terjadinya kecelakaan nuklir terburuk di Amerika Serikat pada tahun 1979.

Di bulan Maret, Amazon menyatakan akan membeli sebuah pusat data bertenaga nuklir di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today