Sony Ingin VR Lebih Mudah Diakses Bagi Pemain Tunarungu

Sony tengah kembangkan sebuah perangkat lunak yang memungkinkan bahasa isyarat dapat terdeteksi dan digunakan dalam game Virtual Reality (VR). (Source: unsplash.com/Triyansh Gill)
0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Sebuah publikasi paten baru-baru ini menyatakan bahwa perangkat lunak unik yang tengah dikembangkan oleh Sony memungkinkan bahasa isyarat dapat terdeteksi dan digunakan dalam game Virtual Reality (VR).

Berbagai pemahaman terakit upaya penelitian serta pengembangan yang dilakukan oleh Sony dalam beberapa tahun terakhir telah memperlihatkan fokus utama pada peningkatan fitur aksesibilitas dalam game bertepatan dengan fokus utama pada pembaruan game VR, dan paten terbaru ini tampaknya akan menyatukan kedua elemen tersebut dengan cara yang dapat memberikan manfaat besar bagi para pemain.

Menurut paten pada tanggal 10 Oktober, Sony tengah kembangkan sistem yang memungkinkan para pemain untuk menggunakan bahasa isyarat dalam permainan Virtual Reality. (Source: unsplash.com/Triyansh Gill)

Berbagai paten perangkat keras maupun perangkat lunak yang dikeluarkan oleh Sony telah memberikan gambaran kepada publik terkait proses di balik tirai perusahaan teknologi asal Jepang ini, dengan beragam inovasi yang mengesankan yang mencapai tahap publikasi dokumen.

Walaupun hingga saat ini sebagian besar perkembangan masih belum dirilis ke publik, tetapi hal tersebut memberikan pandangan kepada para pemain terkait apa yang akan berpotensi hadir untuk konsumen di masa depan, termasuk juga teknologi VR baru yang difokuskan kepada para pemain yang memiliki gangguan pendengaran.

Berdasarkan paten yang diterbitkan pada tanggal 10 Oktober, Sony saat ini tengah mengembangkan sebuah sistem yang memungkinkan para pemain untuk menggunakan bahasa isyarat dalam sesi permainan Virtual Reality.

Teknologi ini akan mendeteksi seorang pemain ketika sedang melakukan isyarat dan akan menerjemahkan komunikasi isyarat tersebut ke dalam teks maupun avatar bahasa isyarat.

Hal ini akan memungkinkan bagi para pengguna tuna rungu untuk melakukan komunikasi dengan sesama pemain dalam game VR hanya dengan melakukan isyarat dan menunggu komentar mereka diterjemahkan ke dalam teks untuk dibaca oleh rekan satu tim mereka.

Teknologi ini akan mendeteksi pemain ketika melakukan isyarat dan menerjemahkannya ke dalam teks maupun avatar bahasa isyarat. (Source: unsplash.com/Charles Sims)

Sistem ini juga mampu untuk mengubah komunikasi suara menjadi teks atau bahasa isyarat dengan menggunakan penerjemah avatar yang nantinya akan ditampilkan di layar para pemain tuna rungu.

Sama halnya dengan paten aksesibilitas lain milik Sony, teknologi ini akan memungkinkan lebih banyak para pemain untuk menikmati permainan multiplayer, walaupun saat ini belum ada jaminan bahwa sistem tersebut akan sepenuhnya dikembangkan dan dirilis ke publik.

Semakin banyaknya perusahaan yang memprioritaskan aksesibilitas dalam video game, tidak mengherankan jika Sony telah mengemukakan sejumlah paten yang memiliki fokus kepada inovasi perangkat lunak dan perangkat keras untuk membuat game lebih ramah bagi seluruh kalangan pemain.

Penting untuk dicatat bahwa Sony maupun perusahaan lain sering kali mengajukan paten yang akhirnya tidak dikembangkan sepenuhnya, jadi para penggemar yang tertarik akan hal tersebut dapat terus menantikan pembaruan resmi terkait perangkat lunak bahasa isyarat VR dan perkembangan menjanjikan lainnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today