Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah resmi mengumumkan susunan kabinet Merah Putih yang akan memimpin pemerintahan lima tahun ke depan.
Pengumuman yang berlangsung pada Minggu malam di Istana Merdeka Jakarta dihadiri oleh tokoh politik berpengaruh dari berbagai bidang.
Di antara nama-nama yang muncul, Budi Gunawan diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Sri Mulyani diangkat kembali menjadi Menteri Keuangan.

Susunan kabinet ini mencerminkan visi Prabowo untuk memperkuat stabilitas nasional, mempercepat pembangunan infrastruktur dan menjaga keseimbangan politik.
Mengingat sulitnya situasi global, termasuk perlambatan ekonomi dan ketergangan geopolitik, kebinet baru ini diharapkan mampu menjawab tantangan domestik dan internasional dengan kebijakan yang efektif dan responsif.
Menteri Koordinator:
- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat: Muhaimin Iskandar
- Menteri Koordinator Bidang Pangan: Zulkifli Hasan
- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Budi Gunawan
- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan: Yusril Ihza Mahendra
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pratikno
- Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: Agus Harimurti Yudhoyono
Urutan Menteri:
- Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi 2. Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
- Menteri Luar Negeri: Sugiono
- Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
- Menteri Agama: Nasaruddin Umar
- Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas
- Menteri HAM: Natalius Pigai
- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Agus Andrianto
- Menteri Keuangan: Sri Mulyani
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Mu’ti
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi: Satrio Brodjonegoro
- Menteri Kebudayaan: Fadli Zon
- Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin 14. Menteri Sosial: Saifullah Yusuf
- Menteri Ketenagakerjaan: Yassierli
- Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Abdul Kadir Karding
- Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
- Menteri Perdagangan: Budi Santoso
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Bahlil Lahadalia
- Menteri Pekerjaan Umum: Dodi Hanggodo
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman: Maruarar Sirait
- Menteri Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal: Yandri Susanto
- Menteri Transmigrasi: M. Iftitah S. Suryanagara
- Menteri Perhubungan: Dudy Purwagandhi
- Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid
- Menteri Pertanian: Andi Amran Sulaiman 27. Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni
- Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono
- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN): Nusron Wahid
- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Rahmat Pambudy 31. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB): Rini Widyantini
- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Erick Thohir
- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN): Wihaji
- Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup: Hanif Faisol Nurofiq
- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM): Rosan Roeslani
- Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi
- Menteri UMKM: Maman Abdurrahman 38. Menteri Pariwisata: Widiyanti Putri
- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Teuku Riefky Harsya
- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Arifatul Choiri Fauzi
- Menteri Pemuda dan Olahraga: Ario Bimo Nandito Ariotedjo
Lembaga/Badan Setingkat Menteri:
- Jaksa Agung: Sanitiar Burhanuddin
- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN): Muhammad Herindra
- Kepala Staf Kepresidenan: A. M. Putranto 4. Kepala Kantor Komunikasi Presiden: Hasan Nasbi
- Sekretaris Kabinet: Teddy Indra Wijaya
Dengan Komposisi tersebut, Prabowo berharap kabinet baru mampu menjawab tantangan global dan domestik serta mempercepat pembangunan di berbagai bidang.
Keberhasilan kabinet ini akan sangat bergantung pada sinergi antar menteri yang berlatar belakang politik dan profesional serta kemampuannya dalam merespons kebutuhan masyarakat di tahun-tahun mendatang.







